PSIM Yogyakarta Sambut Kembalinya Derby DIY Melawan PSS Sleman

Pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel antusias menantikan kembalinya Derby DIY melawan PSS Sleman di kasta tertinggi liga pada musim 2026/2027.

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menyatakan antusiasmenya atas kembalinya laga Derby DIY melawan PSS Sleman yang dijadwalkan berlangsung pada kompetisi musim 2026/2027 mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa (5/5/2026) menyusul kepastian promosi sang rival ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Kembalinya duel klasik dua tim bertetangga ini menjadi sorotan utama setelah PSS Sleman memastikan tiket promosi. Pertemuan ini diprediksi akan menjadi daya tarik besar bagi pencinta sepak bola di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya pada musim depan.

Dilansir dari Bola, PSS Sleman mengunci posisi di kasta tertinggi setelah menumbangkan PSIS Semarang dengan skor telak 3-0 pada Minggu (3/5/2026). Kemenangan di Stadion Maguwoharjo tersebut mengantarkan tim asuhan Ansyari Lubis finis sebagai pemuncak klasemen Grup Timur.

Van Gastel turut menyoroti kehadiran rekan senegaranya, Pieter Huistra, yang menjabat sebagai Direktur Teknis di PSS Sleman. Menurutnya, keberhasilan kolega asal Belanda tersebut membawa timnya promosi merupakan perkembangan yang sangat positif bagi peta persaingan sepak bola daerah.

"Saya rasa musim depan akan ada derby yang indah lagi setelah sekian lama. Jadi saya sudah menantikan pertandingan-pertandingan tersebut. Bagi wilayah sekitar Jogja, sangat bagus melihat mereka kembali," ujar Jean-Paul van Gastel, Pelatih PSIM Yogyakarta.

Pertemuan terakhir antara PSIM dan PSS di kompetisi resmi terjadi pada Liga 2 musim 2018. Sejak saat itu, kedua tim belum pernah lagi bertemu dalam laga kompetitif karena perbedaan kasta liga yang mereka huni selama beberapa musim terakhir.

Selain menyambut kembalinya derby, Van Gastel juga memberikan indikasi kuat untuk tetap bertahan di kursi kepelatihan Laskar Mataram. Saat ini, pembicaraan mengenai perpanjangan kontrak antara manajemen PSIM dan pelatih berusia 54 tahun tersebut dikabarkan hampir mencapai kesepakatan final.

PSIM Yogyakarta sendiri sudah dipastikan aman dari ancaman degradasi musim ini setelah mengumpulkan total 39 poin. Meskipun kompetisi masih menyisakan tiga pertandingan lagi, perolehan poin mereka sudah tidak mungkin terkejar oleh tim-tim yang berada di zona merah.

Keberhasilan PSS Sleman promosi mengikuti jejak Garudayaksa FC yang sudah lebih dulu naik kasta. Dengan bertahannya PSIM di kasta tertinggi, publik sepak bola kini menanti jadwal resmi pertemuan kedua tim untuk musim kompetisi mendatang.

Recommended