PSIM Yogyakarta memulai langkah antisipatif dalam menyongsong musim kompetisi 2026/2027 mendatang, meskipun BRI Super League 2025/2026 belum sepenuhnya berakhir. Fokus utama tim Laskar Mataram adalah memastikan markas mereka memenuhi standar ketat perizinan klub.
Dikutip dari Bola, PSIM Yogyakarta berencana kembali menjadikan Stadion Sultan Agung (SSA) di Bantul sebagai kandang. Namun, sejumlah pembenahan infrastruktur wajib dilakukan agar stadion tersebut berhasil melewati verifikasi ketat yang diberlakukan oleh ILeague selaku operator kompetisi.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM, Wendy Umar Seno Aji, pada Jumat (10/4/2026), menekankan pentingnya bagi seluruh kontestan untuk memenuhi persyaratan infrastruktur. Menurutnya, musim depan kompetisi akan sangat ketat dalam hal club licensing.
"Ini PR untuk semua peserta Liga 1 2026/2027 untuk berbenah di infrastrukturnya. Tidak terkecuali PSIM, karena sampai saat ini manajemen dan kita semua sudah yakin tetap di kasta tertinggi," ujar Wendy.
Target Peningkatan Kualitas Lampu dan Kursi Tunggal
Wendy menjelaskan bahwa aspek pencahayaan stadion dan ketersediaan kursi tunggal menjadi perhatian utama. Saat ini, sistem pencahayaan SSA telah diperbarui hingga 50 persen.
Menurutnya, kualitas lampu stadion untuk musim depan tidak boleh di bawah 1.200 lux, melainkan harus mencapai 1.500 lux. "Kemarin lampu SSA sudah kita ganti 50 persen dengan yang baru, lux-nya sudah masuk di 1.300 ke atas. Kalau diganti semua, targetnya di atas 1.600 lux," terangnya.
Selain itu, stadion juga harus memiliki minimal 5.000 kursi tunggal. Manajemen PSIM telah menyiapkan sekitar 4.580 unit, yang akan melengkapi 420 unit yang sudah ada di SSA. Pemasangan direncanakan pada Juli sebelum tahap asesmen.
Penempatan kursi tunggal ini akan dimaksimalkan di Tribune VIP dan Tribune Timur. Wendy menyebut, hal ini bertujuan memberikan fasilitas lebih bagi penonton di area tersebut, mengingat harga tiketnya lebih tinggi dibanding tribun utara dan selatan.
Kesiapan Stadion Capai 70 Persen, Opsi Alternatif Tetap Terbuka
Secara keseluruhan, kesiapan SSA sebagai kandang PSIM dilaporkan sudah mencapai 70 persen. Beberapa aspek teknis lain, seperti lampu dan kursi tunggal, sedang dalam proses penyempurnaan dengan kerja sama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bantul.
Meskipun SSA menjadi fokus utama, PSIM tidak menutup kemungkinan penggunaan Stadion Mandala Krida sebagai opsi cadangan. Fleksibilitas ini memungkinkan klub memindahkan aset infrastruktur seperti lampu jika diperlukan, demi memastikan kesiapan stadion alternatif.
Perizinan dan Renovasi Menjadi Tahap Penting
Sebelumnya, manajemen PSIM telah mengadakan pertemuan dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul pada 17 Maret 2026. Audiensi ini membahas detail kesiapan SSA.
PSIM juga berencana mengajukan permohonan renovasi stadion kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Proses perizinan ini krusial untuk mempercepat seluruh pembenahan.
Steven Sunny, General Manager PSIM, menegaskan komitmen klub untuk memenuhi semua persyaratan sebelum dimulainya BRI Super League 2026/2027 yang diperkirakan pada September. "Kami juga perlu beberapa pembaharuan dokumen, seperti terkait mitigasi jalur evakuasi stadion. Kami berharap pengerjaan lancar dan selesai sesuai dengan waktu yang telah kita perkirakan," tutup Steven.