PSIS Semarang harus mengakui keunggulan Barito Putera setelah tumbang dengan skor tipis 0-1 dalam laga pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Minggu (5/4/2026) sore WIB tersebut diwarnai gol tunggal Bayu Pradana di menit ke-24.
Kekalahan ini menimbulkan kekecewaan besar bagi tim berjuluk Mahesa Jenar, terutama karena terjadi di kandang sendiri. Pelatih PSIS Semarang, Andri Ramawi Putra, menyampaikan rasa tanggung jawab penuh atas hasil tersebut dan berjanji akan melakukan perbaikan untuk laga berikutnya, seperti dilansir dari Bola.
“Saya mengucapkan terima kasih atas perjuangan para pemain. Kami pasti kecewa karena gagal meraih poin penuh dan tidak menang di kandang sendiri,” kata Andri dalam konferensi pers usai pertandingan. Ia menambahkan bahwa hasil ini sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya dan tim akan berbenah.
Andri Ramawi Putra menjelaskan bahwa tim pelatih sudah berupaya mencari solusi untuk menyamakan kedudukan. Berbagai perubahan strategi permainan dan penyegaran pemain telah dilakukan.
“Kami mencoba beberapa gameplan setelah mereka unggul. Karena, setelah unggul, Barito Putera bermain lebih padat di area permainannya sendiri. Kami mencoba beberapa pergantian pemain,” ujar Andri.
Pada babak kedua, PSIS Semarang menurunkan beberapa pemain seperti Rafinha, Wawan Febrianto, hingga Fahmi Al-Ayyubi. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil lantaran penyelesaian akhir PSIS dinilai masih belum optimal dalam memaksimalkan peluang.
Andri mengatakan bahwa beberapa pemain yang dimasukkan memiliki akselerasi dan penetrasi yang baik untuk menembus pertahanan lawan. “Sayangnya, peluang yang tercipta belum bisa menjadi gol. Ini menjadi pekerjaan rumah kami,” tambahnya.
Evaluasi dan Perbaikan Tim
Pelatih berusia 39 tahun itu menegaskan bahwa PSIS harus terus berbenah setelah kekalahan ini. Aspek utama yang menjadi perhatian adalah ketajaman para pemain dalam memaksimalkan peluang, terutama Alberto Goncalves dan rekan-rekannya.
“Sebelumnya hal ini sudah lebih baik. Namun, kami harus memperbaiki kembali ketajaman para pemain di area scoring,” kata pelatih berlisensi A AFC tersebut. Ia juga mengakui bahwa Barito Putera menunjukkan pertahanan yang solid.
Komitmen untuk belajar dari kekalahan juga disampaikan oleh pemain PSIS, Safna Delpi. Pemain berusia 23 tahun ini menyatakan kesiapannya untuk memperbaiki diri agar bisa mendapatkan hasil yang lebih baik di pertandingan selanjutnya.