PSS Sleman gagal meraih kemenangan penuh saat berhadapan dengan Kendal Tornado FC dalam laga pekan ke-22 Pegadaian Championship 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Sriwedari, Solo, pada Minggu (29/3/2026) malam WIB, berakhir dengan skor imbang 1-1, seperti dilansir dari Bola.
Hasil ini memastikan Super Elang Jawa tetap memimpin klasemen sementara Grup Timur dengan raihan 46 poin. Mereka unggul tiga angka dari Persipura Jayapura yang berada di posisi kedua, diikuti Barito Putera dengan 42 poin dan Kendal Tornado FC dengan 41 poin.
Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, mengakui bahwa Kendal Tornado FC merupakan lawan yang sulit. Menurutnya, tim lawan memiliki organisasi permainan serta kekuatan taktik yang efektif untuk menyulitkan anak asuhnya.
"Kita tahu Tornado punya kekuatan yang bagus, mereka punya taktikal yang bagus, sehingga kami juga harus lebih berhati-hati di sini. Tapi di babak kedua, kami bisa mengambil satu poin, keunggulan di situ," ujar Ansyari setelah pertandingan.
Dalam pertandingan tersebut, PSS sempat memimpin lebih dulu melalui gol Riko Simanjuntak pada menit ke-51. Namun, Kendal Tornado FC berhasil menyamakan kedudukan tiga menit berselang melalui gol Dimas Sukarno.
Ansyari Lubis menyoroti kelengahan timnya pada situasi bola mati sebagai penyebab sirnanya kemenangan. "Tetapi ya problem kami yang harus dievaluasi di bola mati tadi kami lengah. Itu yang membuat pertandingan menjadi seri. Tapi ini kami syukuri karena poin kita juga tetap ada nilai satu poin dan ini pertandingan yang krusial karena ini langsung kompetitor," katanya.
Pelatih berusia 55 tahun itu menekankan pentingnya fokus penuh dalam lima pertandingan terakhir. Hal ini demi menjaga peluang timnya untuk promosi ke BRI Super League pada musim depan.
Ansyari menambahkan, "Mudah-mudahan di pertandingan selanjutnya semua pemain bisa fokus, bisa mengambil poin, karena kita tahu Persipura kemarin menang, Barito seri jadi lima match terakhir kami harus lebih kerja keras lagi."
Strategi Dua Striker dan Kedalaman Skuad
Mengenai perubahan taktik, Ansyari Lubis menjelaskan alasan di balik keputusan untuk memainkan dua penyerang sejak awal. Strategi ini merupakan bagian dari upaya untuk meredam skema tiga bek yang diterapkan oleh lawan.
"Artinya ketika kami memakai dua striker itu sudah berdasarkan analisa tim pelatih, berdasarkan taktikal kami. Karena mereka pakai tiga bek, kalau pakai satu striker kasihan striker kita. Jadi itu hasil dari analisis," jelasnya.
Ansyari juga mengakui bahwa absennya beberapa pemain kunci seperti Frederic Injai dan Dominikus Dion sedikit memengaruhi performa tim. Meski demikian, ia menilai pemain pelapis seperti Kim dan Figo mampu menjalankan peran dengan sangat baik.
"Tetapi memang tanpa kehadiran Injai dan Dion, memang berpengaruh buat kita. Tetapi saya lihat tadi Kim dan Figo bisa menjalankan peran itu dengan sangat baik," papar Ansyari. Ia melihat ini sebagai hal positif karena tim memiliki pelapis yang kompeten.
Riko Simanjuntak: Hasil yang Adil
Pemain sayap PSS, Riko Simanjuntak, juga memberikan pandangannya mengenai pertandingan tersebut. Menurutnya, duel berjalan seimbang dengan kedua tim menunjukkan disiplin tinggi, terutama dalam bertahan, sehingga minim peluang tercipta.
"Dari awal tim pelatih sudah mengevaluasi bahwa Tornado bukan lawan yang mudah karena kita tahu komposisi Tornado sangat baik, defense-nya juga sangat ketat dan terbukti di jalannya pertandingan tadi tidak banyak terciptanya peluang," ucap Riko.
Riko menambahkan, "Kami tadi unggul 1-0 tapi Tornado lebih cepat juga membalasnya dan pertandingan semakin begitu kuat bagi kedua tim. Saya rasa ini hasil yang sangat adil buat kedua tim." Ia menekankan bahwa PSS masih berada di jalur yang benar untuk mencapai target kembali ke Liga 1.