Byon Combat Kecewa Pembajakan Konten Berbayar Terungkap

Presiden Byon Combat, Yoshua Marcellos, menyatakan kekecewaannya atas kasus pembajakan konten PPV Byon Combat Showbiz Vol. 5.

Yoshua Marcellos Muliardo, Presiden Byon Combat, mengungkapkan kekecewaannya setelah kasus pembajakan konten berbayar Pay-Per-View (PPV) Byon Combat Showbiz Vol. 5 di platform Vidio selesai diproses secara hukum.

Kasus ini bermula ketika akun TikTok @bambangmosaja, yang memiliki 518.800 pengikut, terbukti menyiarkan secara ilegal konten PPV Byon Combat Showbiz Vol. 5 pada 29 Juni 2025. Laporan dari pengikut Instagram Yoshua menjadi awal terungkapnya pelanggaran ini, yang kemudian ditindaklanjuti hingga ke Polda Metro Jaya.

Cellos, sapaan akrab Yoshua, mengungkapkan perjuangannya membangun kultur Pay-per-view di Indonesia sejak 2023, bahkan ketika banyak pihak meragukan model bisnis tersebut. Kini, budaya tersebut tidak hanya berkembang di Indonesia, tetapi juga merambah Malaysia dan kawasan Asia Tenggara.

"Sekarang sudah mulai banyak orang yang melangkah ke arah yang sama," ujar Cellos dalam konferensi pers di SCTV Tower, Jakarta Pusat, pada Rabu (25/2/2026).

Menurut Cellos, implementasi sistem pay-per-view mendorong semakin banyak pihak untuk berani membuat acara, memperluas wadah, dan menyerap lebih banyak atlet serta tenaga kerja.

Cellos juga menegaskan bahwa pembajakan oleh akun @bambangmosaja bukan hanya pelanggaran hukum biasa, tetapi ancaman bagi ekosistem industri yang tengah berkembang. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai "pembunuhan industri" yang tidak dapat ditoleransi.

"Mohon maaf, Mas Bambang, mohon maafnya saya terima. Tapi apa yang dilakukan Mas Bambang itu, saya tidak tahu motifnya apa, tapi itu pembunuh industri," ucap Cellos.

Awalnya, Cellos menolak penyelesaian melalui mekanisme Restorative Justice dengan ganti rugi Rp1 miliar. Namun, keputusan untuk menerima tawaran itu akhirnya diambil berdasarkan kesepakatan tim.

Yoshua memberikan peringatan keras kepada siapa pun yang masih berniat membajak konten Byon Combat di masa depan. Ia menegaskan tidak akan ada lagi mediasi dan setiap kasus pembajakan akan diusut tuntas hingga ke jalur pidana dan perdata.

"Buat kalian yang masih mau membajak, terserah. See you next press conference," tegasnya.

Dhini W. Prayogo, SVP of Licensing & Sports Vidio, menyatakan bahwa kasus ini menjadi momentum penting untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengakses konten secara legal. Vidio berkomitmen penuh untuk melindungi konten eksklusif mereka, bekerja sama dengan produser, studio, dan federasi olahraga.

"Kita ingin menjaga ekosistem dari industri kreatif kita. Kita ingin menjaga juga kerja keras dari semua stakeholder di industri kreatif ini supaya bisa berkembang dan berkualitas," tuturnya.

Dhini menekankan bahwa dampak pembajakan tidak hanya dirasakan oleh platform dan pemilik hak cipta, tetapi juga para atlet dan fighter.

Vidio menyatakan akan terus mengambil tindakan hukum jika terjadi pelanggaran serupa. Akun @bambangmosaja telah menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf kepada Byon Combat, Vidio, penonton, fighter, pelatih, dan semua pihak yang terlibat dalam acara tersebut. Dia juga berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya dan mengedukasi influencer lain agar tidak membajak konten berbayar. Kasus ini menjadi preseden penting bagi industri olahraga dan kreatif Indonesia.

Byon Combat dan Vidio mengapresiasi Polda Metro Jaya atas penanganan profesional perkara pelanggaran hak cipta digital ini.

Recommended