PSS Sleman harus mengakui keunggulan tuan rumah Barito Putera dengan skor tipis 0-1 dalam pertandingan pekan ke-24 Pegadaian Championship 2025/2026. Laga sengit ini berlangsung di Stadion 17 Mei, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (11/4/2026) malam WIB. Kekalahan ini menjadi sorotan, terutama karena PSS Sleman sebelumnya tak terkalahkan dalam sembilan laga beruntun, seperti dilansir dari Bola.
Gol tunggal yang memecah kebuntuan dicetak oleh Renan Alves pada menit ke-77, menjadi penentu kemenangan bagi Barito Putera. Pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi sejak awal, bahkan skor imbang tanpa gol sempat bertahan hingga turun minum. Insiden ini juga memanaskan persaingan di papan atas klasemen Grup Timur.
Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, menyampaikan apresiasinya kepada Barito Putera yang berhasil memanfaatkan peluang dengan baik. Meskipun timnya tampil dengan intensitas tinggi, Ansyari menilai faktor konsentrasi menjadi pembeda dalam laga tersebut. Ia melihat timnya lengah pada momen krusial sehingga lawan mampu mencetak gol.
"Saya mengucapkan selamat kepada Barito dalam pertandingan yang sangat menarik ini, yang sangat punya intensitas yang tinggi mereka dapat memenangkan," ujar Ansyari setelah pertandingan. Ia menambahkan, "Tetapi itulah sepak bola, ketika kita tidak melakukan konsentrasi dan fokus di pertandingan pasti kita akan dihukum oleh gol dari mereka."
Kekalahan dari Barito Putera mengakhiri catatan positif PSS Sleman yang sebelumnya tidak terkalahkan dalam sembilan pertandingan berturut-turut. Hasil minor terakhir mereka terjadi pada 5 Januari lalu saat takluk 1-2 dari Kendal Tornado FC. Namun, Ansyari Lubis menegaskan bahwa hasil ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi timnya.
Peluang Promosi Masih Terbuka Lebar
Meski mengalami kekalahan, PSS Sleman masih menduduki puncak klasemen sementara Grup Timur dengan 49 poin. Namun, Barito Putera kini membayangi di posisi kedua dengan 48 poin, diikuti Persipura Jayapura dengan 47 poin di peringkat ketiga. Selisih poin yang tipis ini membuat perebutan tiket promosi otomatis ke BRI Super League musim depan semakin memanas.
Ansyari Lubis tetap optimistis terhadap peluang timnya untuk mencapai target musim ini. "Tapi saya kira ini membuat kami, seluruh pemain dan juga pelatih akan bekerja lebih keras lagi di pertandingan yang akan datang karena peluang kami juga masih sangat besar," tuturnya.
Gelandang muda PSS, Figo Dennis, turut menyampaikan pandangannya. Meskipun hasil pertandingan tidak sesuai harapan, Figo melihat banyak pelajaran berharga yang dapat diambil. "Pertandingan tadi mungkin bukan hasil yang diharapkan oleh PSS Sleman dan mungkin hasil hari ini masih berpihak oleh Barito Putera," kata pemain pinjaman dari Persija Jakarta itu.
Figo Dennis memastikan bahwa seluruh pemain akan bangkit dan tampil lebih kuat pada laga berikutnya. Ia meyakini peluang untuk mencapai target Liga 1 masih sangat besar. "Tapi banyak evaluasi yang kami ambil dari pertandingan hari ini dan menjadi pelajaran ke depannya karena peluang untuk mencapai target Liga 1 masih sangat besar dan pastinya kami akan kembali lebih kuat," tegasnya.
Peta Persaingan Semakin Ketat
Dengan hanya menyisakan tiga pertandingan di musim ini, persaingan di Grup Timur semakin ketat. Baik PSS Sleman, Barito Putera, maupun Persipura Jayapura, dituntut untuk menyapu bersih kemenangan di sisa laga. Kehilangan poin sekali saja dapat mempersulit langkah mereka dalam memperebutkan gelar juara grup dan tiket promosi.
Situasi ini menjadikan tiga pertandingan terakhir sebagai penentu utama. Tim yang mampu menjaga performa dan fokus hingga akhir musim memiliki peluang terbesar untuk menjadi juara grup dan melaju ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.