PSS Sleman harus puas menempati posisi runner-up Pegadaian Championship 2025/2026 setelah kalah dalam drama adu penalti melawan Garudayaksa FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (9/5/2026) malam WIB. Pertandingan berakhir dengan skor 3-4 melalui titik putih setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu.
Dilansir dari Bola, Garudayaksa FC sempat memimpin dua gol terlebih dahulu pada babak pertama melalui aksi Alfin Faiz di menit ke-23 dan eksekusi penalti Everton Nascimento pada menit ke-36. PSS Sleman kemudian bangkit di babak kedua melalui sepasang gol atau brace yang dicetak oleh Gustavo Tocantins pada menit ke-60 dan masa injury time 90+2'.
Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, mengakui bahwa pasukannya sempat kehilangan konsentrasi pada paruh pertama pertandingan yang menyebabkan lawan mampu mendominasi. Namun, ia memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan para pemain yang mampu memaksakan laga berlanjut ke babak tambahan hingga adu penalti.
"Dengan hasil pertandingan tadi, kami menyoroti di babak pertama kami sedikit kehilangan fokus hingga Garudayaksa bisa mengambil permainan dengan sangat baik," ujar Ansyari Lubis, Pelatih PSS Sleman. Ia menambahkan bahwa faktor keberuntungan seringkali menjadi penentu dalam babak adu penalti meskipun timnya sudah bermain luar biasa di babak kedua.
Perubahan strategi dilakukan Ansyari dengan memasukkan Irvan Mofu pada babak kedua untuk mempertajam lini serang. Kehadiran Mofu terbukti membuat serangan Tim Elang Jawa lebih hidup, meskipun pelatih menjelaskan bahwa ia harus tetap menjaga keseimbangan tim sejak awal laga demi menghindari risiko yang lebih besar.
Penyerang PSS, Irvan Mofu, menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung yang telah memadati stadion karena belum bisa memberikan trofi juara di kandang sendiri. Kendati gagal meraih gelar juara, pemain berusia 31 tahun tersebut menegaskan bahwa target utama yakni kembalinya PSS Sleman ke kompetisi Liga 1 telah berhasil dicapai.
Kegagalan di partai final ini menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk mempersiapkan skuad yang lebih solid dalam menghadapi persaingan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan. Dukungan penuh dari suporter di Stadion Maguwoharjo tetap menjadi catatan positif bagi atmosfer sepak bola di Sleman.