Herdman Bangun Fondasi Timnas Indonesia Solid Hadapi FIFA Matchday dan Piala AFF

John Herdman dinilai sukses membangun fondasi tim yang solid untuk Timnas Indonesia, modal penting jelang FIFA Matchday Juni dan Piala AFF Juli-Agustus 2026.

Kehadiran John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia mulai menunjukkan dampak positif, membangun atmosfer yang cair antara staf pelatih dan pemain. Kondisi ini dinilai menjadi modal penting bagi Skuad Garuda untuk menghadapi agenda besar seperti FIFA Matchday pada awal Juni dan Piala AFF yang dijadwalkan Juli hingga Agustus 2026 mendatang.

Meskipun debut Herdman di ajang FIFA Series belum membuahkan gelar juara, dengan Timnas Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah takluk dari Bulgaria di final, performa tim secara keseluruhan memperlihatkan perkembangan yang menjanjikan. Ini terjadi meskipun persiapan tim sangat terbatas, seperti dilaporkan Bola.com.

Mantan bek Timnas Indonesia, Supriyono Prima, menyoroti dampak signifikan Herdman dalam menciptakan tim yang solid. "Atmosfernya bagus, dan cara yang dilakukan pelatih menurut saya bisa membuat tim ini menjadi solid. Pernyataan beliau tentang keberagaman sebagai kekuatan itu sangat tepat," kata Supriyono.

Menurut Supriyono, kemampuan Herdman menyatukan pemain dari kompetisi domestik dan mereka yang berkarier di Eropa menjadi nilai tambah. Kombinasi ini terlihat dari permainan yang padu dan kompetitif selama dua pertandingan FIFA Series, meskipun hasilnya kalah di final.

Keberhasilan Herdman dalam menerapkan strategi hanya dalam waktu singkat juga mendapat apresiasi. Supriyono menilai ini merupakan indikasi potensi besar tim untuk berkembang. "Game plan yang disiapkan hanya tiga sampai empat hari bisa berjalan dengan baik. Sekarang ada waktu tiga bulan dan kemungkinan akan ada pemusatan latihan, tentu hasilnya bisa lebih maksimal," tambahnya.

Pada FIFA Series sebelumnya, Herdman bahkan memanggil hingga 41 pemain untuk menilai potensi skuad secara menyeluruh. Dengan durasi persiapan yang lebih panjang, proses seleksi dan pematangan tim diharapkan akan semakin optimal.

Supriyono juga meyakini bahwa Herdman telah memiliki kerangka tim utama, namun pintu masih terbuka lebar bagi pemain yang belum mendapatkan kesempatan tampil. Nama-nama seperti Egy Maulana Vikri, Ricky Kambuaya, Witan Sulaeman, hingga Ezra Walian disebut masih memiliki peluang untuk kembali masuk dalam skema tim.

"Pelatih pasti sudah punya kerangka tim. Pemain yang belum tampil mungkin karena faktor kebugaran. Game plan yang dijalankan membutuhkan stamina tinggi, sirkulasi bola cepat, dan timing yang tepat," jelas Supriyono. Situasi ini memungkinkan Herdman untuk memaksimalkan potensi pemain yang berkompetisi di dalam negeri, terutama di Liga Super, mengingat Piala AFF tidak masuk kalender resmi FIFA yang berarti klub-klub Eropa tidak wajib melepas pemainnya.

Dengan waktu persiapan yang lebih panjang dan materi pemain yang melimpah, Timnas Indonesia kini dihadapkan pada peluang besar untuk tampil lebih kompetitif. Konsistensi dan pematangan strategi akan menjadi kunci bagi Skuad Garuda dalam menghadapi tantangan FIFA Matchday dan Piala AFF mendatang.

Recommended