PSSI berencana untuk berkoordinasi dengan Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) terkait aturan baru cabang olahraga sepak bola di Asian Games 2026 yang berpotensi menghalangi partisipasi Timnas Indonesia U-23.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menyatakan bahwa informasi mengenai aturan ini baru didapat dari media sosial. Oleh karena itu, PSSI akan menunggu informasi resmi sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
"Saya itu baru mendengar informasi tersebut dari media sosial. Jadi, berkenaan dengan soal informasi atau resminya apakah Indonesia bisa ikut cabor di Asian Games 2026, sehingga kita akan menunggu informasi selanjutnya," ujar Sumardji.
Selain berkomunikasi dengan JFA, PSSI juga berkoordinasi dengan Komite Olahraga Indonesia (KOI) untuk mendapatkan kepastian mengenai masalah ini.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa AFC dan Dewan Olimpiade Asia (OCA) telah menetapkan aturan baru terkait kualifikasi cabang sepak bola putra dan putri di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang.
Menurut keterangan dari Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) pada 9 Februari 2026, peserta cabang sepak bola putra Asian Games 2026 harus berasal dari negara yang bermain di Piala Asia U-23 2026 Arab Saudi.
Aturan ini akan berdampak pada Timnas Indonesia U-23 yang gagal lolos ke Piala Asia U-23 2026.
Pada Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, Timnas Indonesia U-23 hanya mampu menjadi runner-up Grup J di bawah Korea Selatan U-23.
Timnas Indonesia U-23 gagal melaju ke putaran final Piala Asia U-23 2026 karena hanya juara grup yang berhak lolos.
Pada Asian Games 2022 di Hangzhou, China, Timnas Indonesia U-23 berhasil mencapai babak 16 besar.
Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026, dengan diikuti oleh 46 negara dan mempertandingkan 42 cabang olahraga.