Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menerima nota protes dari Ketua Umum The Jakmania, Diky Budi Ramadhan, di GBK Arena, Jakarta Pusat, pada Jumat (8/5/2026). Aduan tersebut berkaitan dengan tindakan gelandang Persib Bandung, Marc Klok, yang diduga mengajak suporter melakukan tur tandang.
Dilansir dari Bola, Yunus Nusi menyatakan akan segera meneruskan aspirasi tertulis tersebut kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Komite Eksekutif. Laporan ini dipicu oleh ajakan Marc Klok kepada Bobotoh untuk hadir dalam laga tandang di Samarinda.
"Saya selaku Sekretaris Jenderal pasti menerimanya dan sesegera menyampaikan hal ini kepada Ketua PSSI dan Eksekutif Komite," ujar Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI. Ia menilai penyampaian aspirasi tersebut merupakan hak normatif dari kelompok suporter.
PSSI menegaskan pentingnya menjaga situasi kondusif di tengah rivalitas sepak bola Indonesia yang sensitif. Yunus mengimbau seluruh pemangku kepentingan agar lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan di ruang publik guna menghindari provokasi, meskipun dalam bentuk candaan.
Menurut Yunus, sepak bola seharusnya menjadi alat pemersatu bangsa dan bukan sarana yang merusak persaudaraan antarwarga. Otoritas federasi saat ini mengedepankan ruang komunikasi dan dialog untuk menyelesaikan setiap persoalan yang muncul demi menjaga stabilitas kompetisi.
Mengenai potensi sanksi, Yunus menjelaskan bahwa surat dari The Jakmania saat ini ditujukan langsung kepada Ketua Umum PSSI, bukan kepada Komite Disiplin (Komdis). Namun, ia mempersilakan pihak yang merasa ada pelanggaran disiplin untuk melapor secara resmi ke badan terkait.
Komite Disiplin nantinya akan menelaah setiap laporan yang masuk untuk menentukan apakah terdapat unsur pelanggaran regulasi yang dilakukan oleh pemain bersangkutan. Hingga saat ini, PSSI masih menunggu arahan lebih lanjut dari Erick Thohir terkait disposisi surat keberatan tersebut.