Puan Maharani Soroti Pelemahan Rupiah Akibat Konflik Timur Tengah

Ketua DPR Puan Maharani peringatkan dampak konflik Timur Tengah terhadap pelemahan rupiah hingga Rp17.529 dan kenaikan harga energi nasional.

Ketua DPR RI Puan Maharani memperingatkan potensi ancaman inflasi dan gangguan ekonomi nasional akibat memanasnya konflik di Timur Tengah pada Selasa (12/5/2026). Gejolak geopolitik tersebut memicu depresiasi nilai tukar rupiah dan lonjakan harga energi global.

Berdasarkan data Bloomberg yang dilansir dari Detik Finance, nilai tukar dolar AS tercatat berada pada level Rp17.529 pada Selasa sore. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 115 poin atau sekitar 0,66 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Tekanan terhadap mata uang Garuda sudah mulai terlihat sejak pembukaan pasar pukul 09.06 WIB di level Rp17.487. Puan menilai kondisi ini memberatkan sektor industri, transportasi, dan UMKM yang memiliki ketergantungan tinggi pada biaya operasional.

"Kenaikan harga barang-barang yang mengandung komponen impor juga mulai dirasakan oleh masyarakat dan dunia usaha. Situasi ini dapat berpotensi memicu inflasi, menurunkan daya beli masyarakat," kata Puan Maharani, Ketua DPR RI.

Puan menegaskan bahwa gangguan di Selat Hormuz menjadi faktor utama yang menghambat rantai pasok global. Selain memicu kenaikan harga bahan bakar minyak, konflik tersebut berdampak langsung pada pembengkakan biaya logistik dan distribusi barang.

Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) diminta untuk segera melakukan langkah mitigasi guna menjaga stabilitas ekonomi nasional. Penanganan ini diharapkan tidak hanya bersifat jangka pendek, melainkan mencakup rencana antisipasi hingga tahun 2027 mendatang.

DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pengendalian arus modal asing yang keluar dari pasar domestik. Langkah tersebut dianggap krusial untuk melindungi daya beli masyarakat kecil dari dampak ketidakpastian ekonomi global yang sedang berlangsung.

Recommended