Rafael Leao Ungkap Hubungan dengan Zlatan Ibrahimovic di Milan

Rafael Leao mengakui hubungan uniknya dengan Zlatan Ibrahimovic di AC Milan, dari rekan setim yang menuntut hingga mentor seumur hidup.

Bintang AC Milan, Rafael Leao, mengungkapkan relasinya yang kompleks dengan Zlatan Ibrahimovic. Hubungan keduanya diwarnai rasa hormat dan tuntutan tinggi, terutama saat Ibrahimovic masih aktif bermain dan kini sebagai bagian dari manajemen klub.

Leao mengenang masa-masa saat Ibrahimovic masih menjadi pemain. Keduanya bahu-membahu mengantarkan AC Milan meraih gelar Serie A. Momen tersebut menjadi tonggak kebangkitan klub setelah melewati periode sulit.

Dalam wawancaranya dengan CBS Sports, Leao menggambarkan bagaimana karakter keras Ibrahimovic telah memengaruhi perkembangannya sebagai pemain.

Leao mencontohkan sebuah kejadian saat latihan yang melibatkan pemain akademi. Usai latihan, diadakan pertandingan internal, di mana beberapa pemain muda masuk tim Ibrahimovic. Kekalahan tim tersebut memicu reaksi keras dari sang legenda.

“Dia berada di level yang benar-benar berbeda,” kenang Leao. “Setelah pertandingan itu, dia langsung mendatangi pelatih dan mengatakan bahwa itu adalah terakhir kalinya mereka berlatih bersama kami. Setelah itu, mereka tidak diizinkan kembali.”

Bagi Leao, insiden tersebut menjadi pelajaran berharga tentang standar profesionalisme dan mentalitas juara.

“Ketika bermain dengan pemain seperti dia, Anda harus menyerap apa yang mereka katakan dan belajar,” jelasnya. “Ketika mereka berbicara, itu karena mereka peduli dan ingin Anda memberi lebih untuk tim.”

Leao mengakui bahwa Ibrahimovic memang sosok yang sangat menuntut, bahkan terkadang terlalu menuntut. Namun, di balik ketegasan itu, ada kepedulian untuk melihat rekan setimnya berkembang.

Kedekatan mereka tidak hanya terjadi di lapangan. Meski kini Ibrahimovic berada di jajaran manajemen, hubungan personal keduanya tetap erat.

“Kami punya hubungan yang baik. Saat dia datang, dia selalu menanyakan kabar keluarga saya,” ungkap Leao. “Kami menghabiskan tiga tahun bersama dan dia sangat membantu saya.”

Bagi Leao, Ibrahimovic bukan sekadar legenda klub atau atasan di manajemen. Ia adalah mentor yang ingin ia pertahankan dalam hidupnya.

“Dia seseorang yang ingin saya pertahankan dalam hidup saya, bahkan di luar lapangan. Saya tahu jika saya membutuhkan sesuatu, saya bisa meneleponnya dan dia akan membantu saya.”

Pengakuan ini semakin menegaskan besarnya pengaruh Ibrahimovic di AC Milan, bahkan setelah pensiun. Mentalitas pemenang yang ia bawa selama kariernya menjadi fondasi penting dalam proyek jangka panjang Rossoneri.

Sumber: CBS

Recommended