Real Madrid harus segera bersiap menghadapi dampak yang mungkin timbul setelah kekalahan memalukan di Liga Champions. Kekalahan yang disebut sebagai "aib" ini semakin memperburuk catatan buruk klub raksasa Spanyol tersebut di kompetisi Eropa.
Estadio da Luz, yang sebelumnya menjadi saksi manis gelar Liga Champions ke-10 Real Madrid pada tahun 2014, kini justru memberikan kenangan yang sangat berbeda.
Kekalahan 2-4 dari Benfica pada Kamis (29-1-2026) dini hari WIB menjadi noda baru dalam sejarah Madrid di Eropa. Peluit akhir pertandingan memperlihatkan kekecewaan dan ketegangan yang mendalam.
Thibaut Courtois tampak marah kepada rekan-rekannya karena tidak segera menyapa suporter Madrid yang hadir di Lisbon. Setelah itu, lima pemain lain baru menyusul untuk memberikan salam kepada para fans.
Di sisi lain, pelatih Alvaro Arbeloa lebih dulu memeluk Jose Mourinho sebelum menghadapi berbagai pertanyaan tajam dalam sesi wawancara.
Suasana ruang ganti Madrid digambarkan sangat suram, mencerminkan kondisi tim setelah hasil yang mengecewakan tersebut.
Ketegangan semakin meningkat karena jalannya pertandingan yang dramatis. Kiper Benfica, Anatoliy Trubin, mencetak gol penentu pada menit ke-98, memastikan tim tuan rumah melaju ke babak play-off Liga Champions. Gol tersebut sekaligus memastikan kegagalan Madrid untuk mendapatkan tiket otomatis ke babak 16 besar.
Arbeloa, yang pernah menjadi bagian dari skuad Madrid yang berjaya di Lisbon 12 tahun lalu, kini harus merasakan kekalahan pahit. Sejak menggantikan Xabi Alonso pada 12 Januari lalu, Arbeloa telah menelan dua kekalahan dari lima pertandingan.
Masalah yang dihadapi Madrid bukan hanya kehilangan posisi delapan besar di Liga Champions dan harus bermain di babak play-off. Cara mereka kalah juga menjadi perhatian utama. Penampilan Madrid dinilai sangat mengecewakan.
Meskipun Arbeloa belum punya banyak waktu untuk menerapkan filosofi permainannya, kerapuhan lini belakang Madrid tetap terlihat jelas. Benfica, yang hanya berada di peringkat ketiga liga Portugal, mampu mencatatkan 11 tembakan tepat sasaran. Courtois harus melakukan tujuh penyelamatan penting untuk mencegah skor menjadi lebih besar.
Madrid kalah dalam hampir semua aspek permainan. Gol sundulan Trubin di menit-menit akhir memicu euforia di Estadio da Luz dan menjadi simbol kejatuhan Madrid malam itu.
Kerapuhan lini belakang mencerminkan masalah struktural yang lebih luas, termasuk perencanaan skuad yang buruk, rekrutmen yang dipertanyakan, dan persiapan fisik yang dikritik.
Dalam laga ini, Arbeloa tidak dapat mengandalkan Trent Alexander-Arnold. Dani Carvajal, bek kanan lainnya, hanya menjadi cadangan. Dua bek tengah utama, Eder Militao dan Antonio Rudiger, masih absen, begitu juga Ferland Mendy di sisi kiri.
Federico Valverde, yang kembali bermain sebagai bek kanan, hanya berkata singkat, "Ini salah kami," sebelum naik ke bus tim.
Dalam konferensi pers, Arbeloa menegaskan tanggung jawab penuh atas kekalahan tersebut. Jude Bellingham mengaku kehabisan kata-kata dan merasa sangat terpukul dengan kekalahan ini.
Analisis tajam datang dari Kylian Mbappe, pencetak dua gol Madrid. "Apa yang kami tunjukkan hari ini tidak normal," kata Mbappe. "Kalau kami tertinggal 1-5 di babak pertama, tidak akan ada yang terkejut. Gol terakhir itu adalah aib bagi kami."
Madrid akan mengetahui lawan mereka di babak play-off pada undian Jumat ini. Setelah itu, mereka akan menghadapi Rayo Vallecano di kandang. Atmosfer di Santiago Bernabeu diperkirakan akan penuh tekanan dan ketidakpuasan.