Real Madrid Kalah dari Getafe, Arbeloa Salahkan Diri Sendiri

Real Madrid menelan kekalahan 0-1 dari Getafe. Pelatih Alvaro Arbeloa mengaku bertanggung jawab atas kekalahan tersebut.

Real Madrid secara mengejutkan kalah 0-1 dari Getafe dalam lanjutan La Liga 2025/2026 di Santiago Bernabeu, Selasa (03/03/2026) dini hari WIB. Akibat kekalahan ini, pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, merasa sangat khawatir.

Satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Martin Satriano melalui tendangan voli spektakuler yang bersarang di pojok atas gawang Thibaut Courtois menjelang turun minum.

Kekalahan ini membuat Los Blancos menelan kekalahan kedua berturut-turut di kompetisi domestik. Real Madrid kini tertinggal empat poin dari Barcelona di puncak klasemen.

Namun, Alvaro Arbeloa menegaskan bahwa Real Madrid tidak akan menyerah untuk mengejar Barcelona. "Apakah La Liga sudah berakhir? Tidak, tidak," ujarnya.

"Masih ada 36 poin yang harus diraih dan kami akan berjuang sampai akhir. Hanya selisih 4 poin, kami bisa mengejar ketertinggalan. Inilah Real Madrid."

"Tujuan kami adalah mendapatkan 36 poin yang tersisa. Kami harus memenangkan pertandingan berikutnya di Vigo. Tidak ada yang menyerah," tegas Arbeloa.

Igor Tudor, pelatih Juventus, menyatakan siap mengeksploitasi kelemahan Real Madrid demi mengamankan tiket ke perempat final Piala Dunia Antarklub 2025. Pertandingan taktik melawan Alonso diprediksi akan menjadi laga yang penuh intrik dan strategi tingkat tinggi!

Alvaro Arbeloa mengakui bahwa kekalahan dari Getafe sepenuhnya adalah kesalahannya. Ia juga menambahkan bahwa Real Madrid memang tidak bermain cukup agresif dalam pertandingan tersebut, terutama dengan absennya Kylian Mbappe.

"Saya yang harus disalahkan atas kekalahan ini. Saya tidak akan menyalahkan para pemain setelah usaha mereka malam ini," ungkap Alvaro Arbeloa.

"Kita bisa meningkatkan performa, tetapi ini kesalahan saya. Getafe bertahan dengan sangat baik. Seharusnya kita lebih agresif," lanjutnya.

Dean Huijsen Dikritik

Selain sorotan terhadap tim secara keseluruhan, Dean Huijsen juga menjadi pusat perhatian. Bek berusia 18 tahun itu dinilai belum menunjukkan performa yang konsisten.

Penampilan Huijsen melawan Getafe dipenuhi kesalahan yang kemudian dikritik oleh tim Carrusel Deportivo di Cadena SER. Meskipun bukan satu-satunya penyebab kekalahan, performanya dianggap mencerminkan masalah yang dihadapi tim.

Dalam forum tersebut, Dani Garrido, Antonio Romero, dan Tomas Roncero menyebut Huijsen sebagai pemain yang “tidak fokus”, “penuh drama”, dan berada dalam kondisi “kewalahan”. Penilaian ini menggambarkan tekanan berat yang sedang dihadapinya.

“Ini Real Madrid. Anda bisa memulai pertandingan dengan baik, tetapi yang penting adalah bagaimana Anda bereaksi setelah kesalahan pertama,” ujar Axel Torres, menekankan tingginya tuntutan bermain untuk Madrid.

Tomas Roncero menilai Huijsen kewalahan, seolah tekanan bermain di Bernabeu terlalu besar baginya. Ia bahkan menggambarkan situasinya seperti posisi bek utama Madrid menjadi hadiah yang terlalu cepat bagi mantan bek Bournemouth tersebut.

Recommended