Kemenangan Real Madrid atas Benfica yang mengantarkan mereka ke babak 16 besar Liga Champions, menurut gelandang Aurelien Tchouameni, adalah simbol perlawanan terhadap rasisme.
Pernyataan ini muncul setelah Vinicius Jr. melaporkan mengalami pelecehan rasial dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni, pada pertandingan leg pertama. Dalam laga tersebut, bintang asal Brasil ini mencetak satu-satunya gol.
Meskipun Prestianni menyangkal tuduhan tersebut, ia tetap diskors satu pertandingan, membuatnya absen pada leg kedua. Dukungan untuk Vinicius terlihat dari para penggemar Real Madrid. Spanduk bertuliskan "no to racism" dalam bahasa Spanyol terpampang jelas di tribun Santiago Bernabeu sebelum pertandingan dimulai.
Vinicius kembali menunjukkan performa gemilangnya di lapangan dengan mencetak gol kedua bagi Real Madrid, memastikan kemenangan 2-1 pada leg kedua dan agregat 3-1, sekaligus membawa timnya melaju ke babak selanjutnya.
Seusai pertandingan, Tchouameni menyampaikan pendapatnya, "Saya rasa ada hal-hal yang lebih penting daripada pertandingan ini, daripada sepak bola. Vinicius tetap percaya diri dan fokus pada apa yang harus ia lakukan. Keputusan untuk tidak membiarkan pemain itu (Prestianni) bermain sudah tepat. Ini kemenangan untuk kita semua."
Trent Alexander-Arnold, bek Real Madrid, menambahkan bahwa Vinicius tetap tenang dan santai sebelum pertandingan. "Ia tak perlu mencetak gol untuk mengirim pesan atau menunjukkan mentalitasnya. Ia tidak perlu membuktikan apa pun, karena sudah berulang kali menunjukkan kualitasnya. Ia selalu tampil saat tim membutuhkannya," kata Alexander-Arnold.
Perayaan gol Vinicius menjadi sorotan. Usai mencetak gol pada menit ke-80, ia mengulang tariannya di dekat bendera sudut, seperti yang dilakukannya di leg pertama. "The dance goes on," tulis bintang Brasil itu di media sosial.
Joe Cole, mantan striker Chelsea, memuji penampilan Vinicius. "Ia brilian sepanjang dua leg. Penyelesaian akhirnya luar biasa," sanjungnya. Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menambahkan, "Saya tentu senang, bukan hanya karena golnya hebat, tapi karena itu adalah Vinicius, ia pantas mendapatkannya." Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, menyoroti semangat pemain Brasil tersebut, "Saya senang Vinicius masih menari, karena itu berarti ia terus mencetak gol," ucapnya.
Leg kedua ini juga menandai kembalinya Jose Mourinho ke Santiago Bernabeu sejak melatih Real Madrid pada 2010-2013, meskipun ia tidak berada di bangku cadangan karena sanksi.