Real Madrid Salah Diagnosis Cedera Lutut Kylian Mbappe

Tim medis Real Madrid melakukan kesalahan diagnosis cedera lutut Kylian Mbappe. Pemindaian awal dilakukan pada lutut yang salah.

Tim medis Real Madrid melakukan kesalahan diagnosis terhadap cedera lutut yang dialami Kylian Mbappe. Pemindaian awal justru dilakukan pada lutut kanan Mbappe yang tidak bermasalah.

Insiden ini terjadi pada Desember lalu. Hasil pemindaian awal tidak menunjukkan adanya masalah, sehingga Mbappe tetap dimainkan dalam tiga pertandingan sebelum kesalahan itu disadari.

Menurut sumber internal, Mbappe sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda peradangan pada lutut kirinya, yang menjadi sumber masalah. Pemeriksaan ulang pada lutut yang benar akhirnya mengungkap adanya robekan sebagian pada ligamen posterior.

Real Madrid merilis laporan medis pada 31 Desember yang menyebutkan adanya keseleo lutut. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak klub maupun perwakilan Mbappe mengenai bagaimana kesalahan awal ini bisa terjadi.

Gejala awal cedera Mbappe muncul setelah kekalahan Real Madrid 0-2 dari Celta Vigo pada 7 Desember. Staf pelatih menduga cedera itu disebabkan oleh benturan yang dialami Mbappe dalam pertandingan tersebut.

Tiga hari kemudian, Mbappe hanya menjadi pemain cadangan saat melawan Manchester City di Liga Champions. Namun, ia bermain penuh selama 90 menit dalam tiga laga terakhir Madrid di tahun 2025, bahkan menyamai rekor Cristiano Ronaldo dengan mencetak 59 gol dalam satu tahun kalender.

Pada 30 Desember, saat kembali berlatih setelah libur Natal, Mbappe terlihat memegang lutut kirinya. Sehari kemudian, klub mengumumkan diagnosis keseleo lutut dan menyatakan Mbappe akan menjalani pemulihan konservatif.

Tetap Bermain di Tengah Cedera

Setelah diagnosis tersebut, Mbappe absen dalam perjalanan tim ke Arab Saudi untuk semifinal Piala Super Spanyol melawan Atletico Madrid. Namun, ia kembali bermain di final melawan Barcelona pada 11 Januari, masuk sebagai pemain pengganti selama 14 menit dalam kekalahan yang berujung pada pemecatan pelatih kepala Xabi Alonso.

Setelahnya, Mbappe tampil dalam delapan dari sepuluh pertandingan, mencetak sembilan gol. Gol terakhirnya tercipta pada 21 Februari. Pelatih baru Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menyatakan kondisi Mbappe terus dipantau ketat, termasuk dengan mengurangi beban latihan.

"Kami memantaunya dari hari ke hari. Semua tergantung pada kondisinya. Kami ingin dia kembali dalam kondisi 100 persen," kata Arbeloa menjelang laga melawan Getafe pada 2 Maret.

Mbappe absen dalam lima pertandingan, dan kemudian terbang ke Paris untuk pemeriksaan lanjutan dan perawatan.

Masalah Cedera yang Lebih Luas

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, sebelumnya telah melakukan perubahan di departemen kebugaran dan medis klub, mendatangkan kembali pelatih kebugaran Antonio Pintus dan menunjuk dokter Niko Mihic sebagai kepala layanan medis.

Meski demikian, badai cedera tetap menjadi masalah bagi tim. Setelah kunjungan Mbappe ke Paris, klub kembali merilis pembaruan medis yang menegaskan diagnosis sebelumnya dan pendekatan pemulihan konservatif.

Sumber di pusat latihan klub menyebut kondisi Mbappe tidak stabil, kadang terasa baik, tetapi di lain waktu mengalami nyeri. Sumber lain menyebut lutut Mbappe tidak menunjukkan tanda ketidakstabilan sehingga dianggap tidak berisiko untuk dimainkan selama ia tidak merasakan sakit.

Kembali Bermain

Mbappe kembali bermain saat Real Madrid menang 2-1 atas Manchester City di Liga Champions, memastikan mereka lolos ke perempat final dengan agregat 5-1. Ia bermain selama 21 menit sebagai pemain pengganti, dan kembali turun dari bangku cadangan dalam kemenangan 3-2 atas Atletico Madrid, bermain selama 26 menit.

Mbappe kini bergabung dengan Timnas Prancis untuk menjalani dua laga persahabatan di Amerika Serikat, masing-masing melawan Brasil pada 26 Maret dan Kolombia pada 29 Maret.

Recommended