Manajemen Real Madrid dilaporkan tengah melakukan penyelidikan internal menyusul insiden bentrokan fisik antara Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde saat sesi latihan tim di Spanyol pada Minggu (10/5/2026).
Kericuhan di ruang ganti tersebut mencuat setelah laporan medis menyebut Federico Valverde mengalami cedera otak serius pasca-insiden tersebut. Kejadian ini diperkirakan akan memengaruhi kebijakan klub dalam menghadapi bursa transfer musim panas 2026 mendatang.
Dilansir dari Bola, situasi internal yang memanas ini memicu spekulasi bahwa salah satu pemain yang terlibat akan dilepas ke klub lain guna menjaga stabilitas skuad. Manchester United dikabarkan memantau situasi tersebut karena berminat merekrut Tchouameni.
Klub asal Inggris itu sedang merencanakan perombakan lini tengah seiring rencana kepergian Casemiro pada akhir musim ini. Keberhasilan Manchester United mengamankan tiket Liga Champions membuat mereka memiliki dana belanja yang cukup besar untuk mendatangkan pemain baru.
Selain masalah pemain, konflik internal ini juga memicu penilaian ulang terhadap rekam jejak kepelatihan Xabi Alonso yang sempat menangani Madrid. Alonso sebelumnya diberhentikan pada Januari 2026 setelah periode singkat yang dinilai kurang sukses pasca-kepindahannya dari Bayer Leverkusen.
Beberapa pihak menilai kegagalan Alonso di Madrid bukan semata karena kapasitas taktisnya, melainkan akibat kondisi skuad yang tidak harmonis. Skuad raksasa Spanyol tersebut dinilai dipenuhi ego besar yang menyulitkan terciptanya kebersamaan di lapangan sepanjang musim.
Situasi ini turut menjadi perhatian bagi Liverpool yang saat ini sedang memantau potensi Alonso untuk masa depan kepelatihan mereka. Meski Arne Slot telah mempersembahkan gelar liga musim lalu, Alonso tetap dipandang sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa.
Sementara itu, di kompetisi lain, pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany, memberikan komentarnya terkait dinamika sepak bola Eropa saat ini. Kompany menilai detail kecil sering kali menjadi penentu dalam laga-laga besar seperti yang dialami timnya saat menghadapi Paris Saint-Germain.