Kemenangan Real Madrid 2-1 atas Rayo Vallecano pada 1 Februari 2026 diwarnai kekecewaan dari para suporter. Meskipun meraih tiga poin, performa Los Blancos dinilai belum memuaskan.
Ketidakpuasan itu muncul dalam bentuk siulan dan cemoohan yang terdengar sepanjang pertandingan di Santiago Bernabeu. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang strategi yang diterapkan oleh pelatih baru, Alvaro Arbeloa.
Salah satu sorotan utama adalah rapuhnya lini pertahanan Real Madrid. Momen serangan balik Rayo, saat Andrei Ratiu berlari tanpa pengawalan, menjadi contoh nyata hilangnya fokus pemain belakang.
Thibaut Courtois berulang kali menjadi penyelamat gawang, sebuah pemandangan yang sering disaksikan penggemar Madrid musim ini. Aksi heroiknya justru kontras dengan performa tim secara keseluruhan, yang memicu kekecewaan lebih lanjut.
Selain masalah di lini belakang, taktik Arbeloa juga menjadi sorotan. Penempatan Federico Valverde dan Aurélien Tchouaméni, yang notabene gelandang, di posisi krusial lini belakang memperparah masalah pertahanan.
Keputusan memainkan Eduardo Camavinga sebagai bek kiri, padahal ada empat bek asli di bangku cadangan, menimbulkan pertanyaan tentang prioritas pemain bintang daripada keseimbangan tim.
Masuknya kembali Franco Mastantuono dan Arda Guler ke tim utama juga dianggap sebagai bagian dari kebijakan mengutamakan pemain bintang, yang disinyalir sejalan dengan keinginan presiden klub, Florentino Pérez.
Meskipun Vinícius Jr mencetak gol dan perbedaan anggaran gaji kedua tim mencolok, Real Madrid tetap terlihat rentan. Bahkan, hasil akhir mungkin berbeda jika Mbappe tidak gagal memanfaatkan peluang emas.
Pembelaan Arbeloa dan Tekanan Waktu
Arbeloa mengakui bahwa timnya masih perlu banyak perbaikan, terutama dalam hal keseimbangan, rencana permainan, dan taktik yang jelas.
"Kami harus bekerja di semua fase permainan, meningkatkan performa dengan dan tanpa bola," kata Arbeloa.
Ia juga menyoroti minimnya waktu latihan sebagai kendala utama. "Saya kekurangan sesi latihan untuk bisa meningkatkan kami secara individu dan kolektif," ujarnya.
Namun, waktu terus berjalan. Undian Liga Champions mempertemukan Real Madrid dengan Benfica, yang sebelumnya mengalahkan mereka. Dengan absennya Vinícius Jr dan kemungkinan absennya Jude Bellingham, Arbeloa mungkin justru memiliki kesempatan untuk membangun tim yang lebih seimbang.
Jika Arbeloa memiliki ide tentang bagaimana Real Madrid seharusnya bermain, ia harus segera mewujudkannya.