Kompetisi Piala AFF U-17 2026 akan segera dimulai dalam waktu dekat, di mana Indonesia kembali menjadi tuan rumah. Sebanyak 12 negara anggota AFF siap berkompetisi yang terbagi dalam tiga grup. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik dan Stadion Gelora Delta Sidoarjo, mulai 11 hingga 24 April 2026.
Timnas Indonesia U-17, yang ditunjuk sebagai tuan rumah, menargetkan performa terbaik setelah sukses menyelenggarakan Piala AFF U-6 tahun sebelumnya. Tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto ini tergabung di Grup A bersama Timor Leste U-17, Malaysia U-17, dan Vietnam U-17, demikian dilansir dari Bola.
Para pemain Garuda Muda, termasuk Mierza Firjatullah, akan memulai perjuangan mereka melawan Timor Leste U-17 pada 13 April 2026. Pertandingan selanjutnya adalah menghadapi Malaysia U-17 tiga hari berselang. Fase grup akan ditutup dengan pertemuan melawan Vietnam U-17 pada 19 April 2026.
Ajang ini tidak hanya menjadi penentu dominasi di level ASEAN, tetapi juga berfungsi sebagai persiapan krusial bagi skuad Garuda Muda. Mereka akan mengasah mental dan strategi sebelum tampil di Piala Asia U-17 2026 yang akan diselenggarakan di Arab Saudi pada 7-22 Mei 2026. Piala Asia U-17 sendiri merupakan kualifikasi bagi negara anggota AFC untuk berpartisipasi di Piala Dunia U-17 Qatar pada November mendatang.
Peluang Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17 2026 menjadi perhatian banyak pihak. Pengamat sepak bola asal Malaysia, Raja Isa Raja Akram Syah, menyatakan keyakinannya terhadap potensi skuad muda Indonesia.
Raja Isa menyoroti turnamen ini sebagai kesempatan bagi Kurniawan Dwi Yulianto untuk membuktikan perkembangan tim. Hal ini disampaikannya setelah kekalahan Timnas Indonesia U-17 dalam lima uji coba internasional sebelumnya. Menurutnya, performa di level ASEAN akan menjadi tolok ukur penting.
“Saya kira ini kesempatan bagi Kurniawan Dwi Yulianto untuk membuktikan sejauh mana kemajuan Timnas Indonesia U-17, setelah kalah di lima ujicoba Internasional lalu,” kata Raja Isa.
Ia menambahkan bahwa Timnas Indonesia di kelompok usia muda tetap menjadi unggulan di kawasan ASEAN. Dukungan suporter tuan rumah yang besar juga dianggap sebagai faktor penting. “Kalau untuk kawasan ASEAN, Timnas Indonesia usia muda masih jadi unggulan. Beda jika di Grup A ada Jepang atau Arab Saudi. Apalagi sekarang Indonesia sebagai tuan rumah. Saya tahu sangat besar dukungan suporter di Indonesia,” ucapnya.
Pengalaman Kurniawan Dwi Yulianto Jadi Kunci
Dengan latar belakang pernah menangani beberapa klub profesional di Indonesia selama belasan tahun, Raja Isa memiliki pemahaman mendalam tentang sepak bola Tanah Air. Keyakinannya terhadap Timnas Indonesia U-17 didasari oleh kekuatan tim usia muda.
“Indonesia sangat kuat di usia muda. Jadi saya prediksi Timnas Indonesia U-17 bisa ke semifinal hingga minimal jadi runner-up di Piala AFF U-17 nanti,” jelas Raja Isa.
Mantan pelatih PSM dan Persipura ini juga percaya bahwa pengalaman Kurniawan Dwi Yulianto, sebagai legenda Timnas Indonesia dan pelatih yang pernah berkarier di luar negeri, akan sangat bermanfaat. Kurniawan sebelumnya pernah melatih Sabah FC dan menjadi asisten di Como 1907.
Raja Isa optimis bahwa pengalaman tersebut akan membantu mengangkat moral pemain Timnas Indonesia U-17 yang mungkin sedang terpuruk. “Saya yakin pengalaman Kurniawan Dwi Yulianto sebagai legenda Timnas Indonesia dan pernah melatih Sabah FC dan asisten di Como 1907 akan mampu mengangkat moral pemain yang sedang terpuruk,” tutur Raja Isa.