Rencana Stadion Bernama Pele dari Gianni Infantino Belum Terwujud

Tiga tahun lalu, Gianni Infantino mengusulkan setiap negara menamai stadion dengan nama Pele. Rencana ini belum terealisasi.

Ide ambisius Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengenai penamaan stadion dengan nama Pele di setiap negara belum juga terealisasi hingga saat ini. Wacana ini muncul sebagai bentuk penghormatan kepada legenda sepak bola dunia tersebut.

Setelah sepuluh tahun menjabat sebagai Presiden FIFA menggantikan Sepp Blatter, Infantino berjanji akan mengembalikan kepercayaan publik terhadap FIFA. "Kita harus bangga dengan apa yang kita lakukan untuk FIFA. Saya ingin membuka era baru di FIFA di mana sepak bola menjadi pusat perhatian," kata Infantino.

Namun, beberapa keputusannya justru menuai kritik. Salah satunya adalah pidatonya pada Piala Dunia 2022 yang dianggap kontroversial. Hubungannya dengan Donald Trump juga menjadi sorotan, termasuk pemberian Peace Prize FIFA kepada Trump.

Pada awal tahun 2023, Infantino mencetuskan ide untuk meminta semua negara menamai salah satu stadion mereka dengan nama Pele. Hal ini diungkapkan beberapa hari setelah Pele meninggal dunia akibat kanker usus besar.

"Kami akan meminta setiap negara di dunia untuk menamai salah satu stadion sepak bola mereka dengan nama Pele," ujar Infantino saat menghadiri pemakaman Pele di Sao Paulo.

Setelah Pele wafat, Infantino merilis pernyataan resmi. "Bagi semua yang mencintai sepak bola, hari ini adalah hari yang tidak pernah ingin kita hadapi. Hari di mana kita kehilangan Pele," ucap Infantino.

"Pele memiliki aura yang luar biasa, dan ketika berada bersamanya, dunia seakan berhenti," lanjutnya. "Perjalanan hidupnya lebih dari sekadar sepak bola. Dia mengubah pandangan menjadi lebih baik di Brasil, di Amerika Selatan, dan di seluruh dunia. Warisannya sulit dirangkum dengan kata-kata."

Namun, gagasan tersebut dinilai sulit untuk diwujudkan. Jurnalis The Guardian, Jonathan Wilson, menyoroti berbagai pertanyaan terkait implementasi ide tersebut.

"Bagaimana tepatnya ini bisa terjadi? Apakah asosiasi sepak bola di tiap negara harus mengadakan undian besar untuk menentukan klub mana yang 'dipaksa' mengganti nama stadion? Dalam yurisdiksi seperti apa dia membayangkan federasi sepak bola memiliki hak semacam itu?" kata Wilson.

Wilson menambahkan, "Ini bukan seperti Stalin mengganti nama St. Petersburg setelah Lenin wafat. Mengapa negara manapun mau menamai stadionnya dengan nama pemain besar dari negara lain? Selamat mencoba meyakinkan Buenos Aires agar ide ini diterima."

Recommended