Tekanan dari suporter menjadi bagian tak terpisahkan dari situasi sulit yang dihadapi Semen Padang di BRI Super League 2025/2026. Rendy Oscario, penjaga gawang tim, menyadari betul kondisi tersebut.
Rendy memahami kekecewaan yang dirasakan para pendukung atas performa tim yang belum menunjukkan konsistensi. Ia berharap suporter tetap memberikan dukungan positif agar para pemain memiliki tambahan energi di lapangan.
Sebagai pemain yang tumbuh melalui akademi Semen Padang dan dipromosikan ke tim senior pada musim 2016/2017, Rendy Oscario sangat memahami ekspektasi tinggi dari pendukung setia Kabau Sirah.
"Saya pernah lama disini. Memang tekanan itu datang dari suporter sendiri di saat tim jatuh. Karena mereka menginginkan hasil yang maksimal, menang dan menang, itu pasti harapan suporter," ujar Rendy.
Rendy juga menegaskan bahwa para pemain memiliki keinginan yang sama dengan para suporter. Ia mengingatkan bahwa lawan yang dihadapi di kompetisi kasta tertinggi Indonesia bukanlah tim yang bisa dianggap remeh.
Oleh karena itu, kiper kelahiran Jakarta tersebut meminta para suporter untuk terus memberikan dukungan penuh kepada tim, terutama pada saat-saat sulit.
"Tentunya kami di lapangan juga ingin hasil itu. Tapi kan kami melawan bukan tim yang sembarangan, mereka juga punya taktikal," kata mantan kiper Persita Tangerang itu.
"Saya harap suporter lebih dewasa. Kami pemain butuh dukungan, bukan cacian dan makian. Kalau kalian mendukung, tentunya kami juga punya energi lebih dari itu. Tapi kalau kalian mencaci kami, main kami seperti apa tentunya hasil itu kan kalian ingin menang dan kami juga," lanjutnya.
Rendy menekankan bahwa seluruh pemain datang ke Padang bukan untuk kepentingan pribadi. Mereka membawa nama besar Semen Padang dan akan berusaha memberikan yang terbaik bagi klub.
"Harapan saya seperti itu. Semoga bisa lebih men-support lagi Tim Kabau Sirah, karena yang dibawa ini bukan nama kami, tapi Semen Padang. Saya datang ke sini sama teman-teman untuk membawa Semen Padang," pintanya.
Saat ini, Semen Padang berada di posisi ke-17 klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 17 poin, yang merupakan zona degradasi.
Dari 24 pertandingan yang telah dilakoni, Kabau Sirah baru meraih empat kemenangan, lima hasil imbang, dan menelan 15 kekalahan. Terbaru, mereka hanya bermain imbang tanpa gol melawan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-24.
Hasil tersebut membuat manajemen Semen Padang mengambil keputusan untuk mencopot Dejan Antonic dari kursi pelatih kepala.