Manuel Gonzalez berhasil menorehkan kemenangan dalam ajang Moto2 Thai Grand Prix 2026 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, pada Minggu, 1 Maret 2026. Keberhasilan ini menjadi awal musim yang menjanjikan bagi pembalap asal Spanyol tersebut.
Sementara itu, wakil Indonesia, Mario Suryo Aji, yang memulai balapan dari posisi kesembilan, harus menerima nasib kurang beruntung. Ia mengalami kecelakaan saat balapan baru memasuki lap kedua, sehingga tidak dapat melanjutkan kompetisi, seperti dilansir dari Bola.
Insiden besar sempat terjadi pada lap ketiga Moto2 Thai Grand Prix 2026. David Alonso kehilangan kendali dan terjatuh di lintasan, kemudian tertabrak motor Filip Salac, dan menabrak bagian belakang motor Senna Agius. Akibat kecelakaan ini, bendera merah dikibarkan dan balapan dihentikan selama 15 menit.
Setelah penundaan, balapan akhirnya dilanjutkan dengan start ulang. Manuel Gonzalez mampu mempertahankan performa terbaiknya dan berhasil finis di posisi terdepan.
Pembalap Spanyol lainnya, Izan Guevara, menempati posisi kedua dengan selisih waktu tipis, hanya 0.099 detik dari Gonzalez. Posisi ketiga podium dilengkapi oleh Daniel Holgado, juga dari Spanyol.
Kejadian di Thailand menambah daftar tantangan bagi pembalap Indonesia di awal musim ini. Mario Suryo Aji, yang mewakili Idemitsu Honda Team Asia, juga sebelumnya mengalami kegagalan di Grand Prix Amerika Serikat di Austin. Ia sempat berada di posisi ke-15 namun terjatuh menjelang akhir lomba.
Manajer tim, Hiroshi Aoyama, menilai bahwa hasil di Austin belum sepenuhnya merefleksikan potensi Mario. “Secara keseluruhan, akhir pekan ini tidak berjalan sesuai harapan. Mario sempat bertarung di posisi ke-15 sebelum akhirnya terjatuh menjelang akhir balapan,” ujar Aoyama, menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh.
Mario diharapkan mampu bangkit di seri keempat Moto2 World Championship 2026 yang akan diselenggarakan di Grand Prix Spanyol, tepatnya di Circuito de Jerez pada 27–29 April 2026. Sirkuit Jerez yang dikenal teknis dengan kombinasi tikungan cepat dan lambat, dinilai cocok dengan gaya balap agresif dan presisi Mario.
Dengan jeda tiga minggu, tim akan memaksimalkan pembenahan teknis dan mental. Mario sendiri mengakui kesalahannya, "Baik sebelum red flag maupun setelah restart, balapan cukup baik, tapi akhirnya saya membuat kesalahan. Itu sepenuhnya tanggung jawab saya."
Sementara itu, di ajang Moto3, pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama juga akan berkompetisi di Jerez pada akhir April. Sirkuit ini sudah sangat familiar baginya, bahkan ia pernah meraih podium ketiga pada Race 1 Red Bull Rookies Cup 2025 di Jerez.
Veda berhasil mencetak start luar biasa saat itu, melesat dari posisi ke-15 ke urutan ketiga pada lap pertama. “Ya, itu luar biasa bagi saya, saya tidak bisa menjelaskan bagaimana saya melakukannya, saya hanya mencoba menyalip semua orang, satu per satu,” ungkap Veda Ega Pratama mengenai aksinya.
Performa menjanjikan ini menjadi modal penting bagi Veda, yang juga akan kembali bersaing dengan Hakim Danish dan Brian Uriarte di Moto3 Jerez, dua pembalap yang pernah ia hadapi sengit di Red Bull Rookies Cup.
| Posisi | Pembalap (Tim/Negara) |
|---|---|
| Manuel Gonzalez (Liqui Moly Dynavolt Intact GP/Spanyol) | Izan Guevara (Blu Cru Pramac Yamaha/Spanyol) |
| Daniel Holgado (CFMoto Inde Aspar Team/Spanyol) | Ivan Ortola (QJMotor – Pons Grup – MSi/Spanyol) |
| Collin Veijer (Red Bull KTM Ajo/Belanda) | Celestino Vietti (SpeedUp Racing Team/Italia) |
| Alonso Lopez (Italjet Gresini Moto2/Spanyol) | Daniel Munoz (Italtrans Racing Team/Spanyol) |
| Deniz Oncu (Elf Marc VDS Racing Team/Spanyol) | Ayumu Sasaki (Momoven Idrofoglia RW Racing Team/Jepang) |