Legenda Manchester United, Roy Keane, kembali menuai kontroversi. Pernyataannya mengenai staf klub memicu reaksi keras dari mantan fisioterapis Manchester United (MU), Rod Thornley.
Thornley, yang pernah bekerja selama 19 tahun di MU, menuding Keane melakukan perundungan dan bersikap munafik. Hal ini dipicu oleh komentar pedas Keane yang menyebut sebagian staf klub sebagai "pemulung di ruang ganti".
Sebelumnya, Keane melontarkan kritik terhadap sejumlah staf klub, terutama tukang pijat dan fisioterapis. Ia menilai beberapa dari mereka terlalu percaya diri hingga seolah-olah "mengatur segalanya" di klub.
Keane dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai lama dan standar tinggi saat menjadi kapten di era kepelatihan Sir Alex Ferguson. Ia juga dikenal tak ragu berbicara blak-blakan demi kepentingan tim.
Namun, komentar Keane pada Juni 2024 dinilai sangat keras terhadap staf pendukung.
"Apa yang dulu membuat saya kesal adalah para tukang pijat itu, mereka jadi agak sombong. Mereka sudah lama di klub lalu merasa seperti mengatur segalanya, memutar musik, dan ketika tim menang sesuatu, semua tukang pijat ada di lapangan," ujar Keane.
"Kami pergi keluar malam, bar gratis, lalu mereka datang dengan semua teman-temannya. Mereka memakai headphone seolah-olah pemain ketika turun dari bus. 'Ada yang mau jual mobil?', mereka mencoba membeli mobil pemain dengan harga murah."
"Mereka berkeliaran dan mengambil sepatu pemain. Akhirnya mereka punya banyak sepatu dan sneakers pemain, pemulung di ruang ganti," ucap Keane.
Pernyataan Keane tersebut rupanya tak diterima baik oleh Thornley. Dalam podcast "The Busby Way", ia menegaskan bahwa komentar Keane terasa sebagai serangan pribadi, apalagi hubungan keduanya memang sempat merenggang.
"Saya menyaksikan dia (Keane) merundung orang berkali-kali," kata Thornley.
Ia juga menyoroti tudingan soal staf yang membeli mobil pemain dengan harga murah. Thornley menilai Keane tidak konsisten.
"Dia berbicara soal tukang pijat membeli mobil pemain. Dia sendiri menjual mobilnya kepada petugas kebersihan di Manchester United. Jadi, saya tidak boleh membeli dari pemain, tapi Anda boleh menjualnya ke staf?" sentilnya.
"Omong Kosong Menyakitkan"
Thornley bahkan menyebut pernyataan Keane sebagai omong kosong yang menyakitkan.
"Semua yang dia katakan itu hanya omong kosong, hanya ditujukan untuk menyakiti saya. Setelah itu saya mendapat banyak sekali pelecehan secara online dan itu berdampak pada kondisi mental saya. Itu benar-benar mengerikan. Itu memang tipikal dia, merundung seseorang. Itulah Roy Keane dalam banyak kesempatan," ujar Thornley.
Tak hanya itu, Thornley juga menyebut Keane munafik karena mengizinkan putrinya, Caragh, tampil di podcast "The Overlap" untuk mempromosikan merek sereal sarapannya.