Penyerang andalan PSBS Biak, Ruyery Blanco, resmi mengundurkan diri dan meninggalkan klub di tengah kompetisi Super League 2025/2026 pada Kamis (23/4/2026). Striker asal Kolombia tersebut memilih kembali ke negaranya sebagai dampak dari masalah tunggakan gaji yang belum diselesaikan pihak manajemen.
Keputusan mendadak ini dikonfirmasi langsung oleh Ruyery Blanco yang menyebut bahwa hak finansialnya telah tertunda selama hampir satu kuartal. Pengunduran diri sang pemain menjadi kehilangan besar bagi tim berjuluk Badai Pasifik tersebut mengingat kontribusi signifikannya sepanjang musim.
Dilansir dari Bola, Ruyery merupakan pencetak gol terbanyak sementara bagi PSBS Biak dengan koleksi 10 gol dan dua assist dalam 23 pertandingan. Statistik ini menunjukkan ketergantungan tim pada pemain berusia 27 tahun itu, sebab total produktivitas PSBS sejauh ini hanya mencapai 29 gol.
"Keputusan saya untuk kembali ke Kolombia terutama disebabkan oleh masalah gaji. Hal ini sudah berlangsung selama hampir tiga bulan," ujar Ruyery Blanco, Kamis (23/4/2026). Menurutnya, situasi tersebut sangat menyulitkan untuk menafkahi keluarga yang berada jauh dari Indonesia.
Selain masalah gaji pokok, mantan pemain Atletico Nacional itu juga mengungkapkan kekecewaannya terkait hak-hak lain yang tidak dipenuhi. Ia menyebut adanya bonus pertandingan yang belum dibayarkan serta ketiadaan tiket perjalanan bagi anggota keluarganya sebagaimana dijanjikan sebelumnya.
Ruyery Blanco terakhir kali memperkuat PSBS Biak saat timnya kalah 1-5 dari Borneo FC pada 11 April 2024. Setelah laga tersebut, namanya tidak lagi tercantum dalam daftar susunan pemain, termasuk saat PSBS berhadapan dengan Persija Jakarta pada Sabtu (18/4/2026) lalu.
Dampaknya, PSBS dipastikan tampil tanpa ujung tombak utamanya saat bertandang melawan Persijap Jepara. Laga pekan ke-29 tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Jumat (24/4/2026) sore WIB.