Kapten Senegal, Sadio Mane, mengkritik keras keputusan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang mencabut gelar Piala Afrika 2025 dari tim nasionalnya. Gelar juara tersebut kemudian diberikan kepada Maroko.
Mane menilai bahwa keputusan ini berpotensi mematikan semangat para penggemar sepak bola di benua Afrika.
Timnas Maroko dinobatkan sebagai juara Piala Afrika 2026 pada 17 Maret lalu setelah CAF mengabulkan banding yang membatalkan kemenangan Senegal di partai final.
Laga final yang berlangsung pada Januari 2026 di Rabat sempat diwarnai kericuhan. Para pemain Senegal melakukan aksi meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap hadiah penalti yang diberikan kepada Maroko di menit-menit akhir.
Walaupun Senegal akhirnya kembali bermain setelah penundaan selama 14 menit dan berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 1-0 berkat gol Papa Gueye di babak tambahan waktu, hasil pertandingan tersebut diubah menjadi kemenangan 3-0 untuk Maroko.
"Apa yang terjadi sudah kelewatan. Ini bukan sepak bola yang kami perjuangkan, juga bukan Afrika yang kami yakini," ujar Mane, seperti dikutip dari The Sun.
Mane menambahkan bahwa korupsi dalam sepak bola membunuh gairah jutaan penggemar. Menurutnya, pemain memberikan segalanya di lapangan, tetapi keputusan di luar lapangan menentukan pertandingan dan trofi.
Mane juga menyatakan kekecewaannya terhadap kondisi sepak bola Afrika secara keseluruhan dan menegaskan bahwa para penggemar sepak bola berhak mendapatkan keadilan, transparansi, dan rasa hormat.
Federasi Sepak Bola Senegal mengecam keputusan CAF dan berencana mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS). Mereka menyebut keputusan itu tidak adil dan tidak dapat diterima.
“Federasi Sepak Bola Senegal mengecam keputusan yang tidak adil, belum pernah terjadi sebelumnya, dan tidak dapat diterima ini, yang mencoreng sepak bola Afrika,” demikian pernyataan resmi mereka.
Federasi tersebut akan segera mengajukan banding ke CAS di Lausanne untuk membela hak-hak mereka dan kepentingan sepak bola Senegal.
Saat ini, masih belum diketahui apakah CAS akan membatalkan keputusan yang diambil oleh CAF.