Siswa-siswi SMP Negeri 03 Lambitu Satu Atap di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), resmi mendapatkan layanan internet gratis dari Satelit Republik Indonesia-1 (Satria-1) pada Jumat, 17 April 2026. Fasilitas ini mengakhiri masa sulit pelajar yang sebelumnya harus mendaki bukit untuk mendapatkan sinyal internet.
Keberadaan akses internet di lingkungan sekolah memfasilitasi kelancaran kegiatan belajar mengajar serta pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dilansir dari Medcom, bantuan teknologi ini merupakan upaya pemerataan digitalisasi yang difokuskan pada wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).
Sebelum adanya intervensi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), para pelajar terpaksa menempuh medan perbukitan demi mengikuti ujian berbasis digital. Hal ini dikonfirmasi melalui rekaman video yang menunjukkan perjuangan siswa saat mengerjakan soal di luar ruang kelas karena ketiadaan sinyal.
"Dulunya akses internet tidak ada di sekolah kami. Kita melakukan ujian dan kegiatan belajar mengajar yang berbasis internet, itu kita lakukan di bukit-bukit untuk mendapatkan akses internet," kata Andri Maulana, Pengajar TIK SMPN 03 Lambitu Satu Atap.
Satria-1 yang dikelola oleh Komdigi dirancang untuk menyediakan layanan gratis bagi instansi publik yang sulit dijangkau jaringan kabel atau seluler konvensional. Penempatan fasilitas ini di SMPN 03 Lambitu bertujuan agar siswa dapat belajar dengan lebih fokus tanpa hambatan geografis.
Andri menambahkan bahwa perubahan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh pihak sekolah, terutama dalam efisiensi administrasi pendidikan. Saat ini, seluruh aktivitas akademik yang memerlukan koneksi internet dapat dilakukan sepenuhnya di dalam ruang kelas dengan nyaman.
Pihak sekolah dan para siswa menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas penyediaan infrastruktur tersebut. Program ini diharapkan terus berlanjut guna menutup celah kesenjangan pendidikan digital antara wilayah perkotaan dan daerah pelosok di Indonesia.