Semen Padang FC dipastikan terlempar dari kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah hasil pertandingan pada Selasa, 5 Mei 2026, mengonfirmasi posisi mereka di zona degradasi. Tim berjuluk Kabau Sirah tersebut menyusul langkah PSBS Biak yang lebih dulu dipastikan turun kasta ke Liga 2 musim depan.
Keterpurukan tim asal Sumatra Barat ini sebenarnya sudah diprediksi sejak awal musim 2025/2026 akibat komposisi skuad yang dinilai kurang kompetitif. Dilansir dari Bola, manajemen tim sempat melakukan dua kali pergantian pelatih sebagai upaya menyelamatkan klub, namun hasil positif tetap sulit diraih.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan permohonan maaf kepada pendukung, manajemen memutuskan untuk memangkas harga tiket kandang secara besar-besaran untuk dua laga sisa. Penyesuaian harga ini berlaku untuk pertandingan melawan Persik Kediri dan Persebaya Surabaya di Stadion H. Agus Salim.
Harga tiket tribune utara dan selatan yang semula Rp50 ribu kini dijual seharga Rp20 ribu. Penurunan signifikan juga terjadi pada tribune timur dari Rp100 ribu menjadi Rp20 ribu, serta tribune barat dari Rp250 ribu menjadi Rp100 ribu per lembar.
Pihak klub menjelaskan bahwa kebijakan penyesuaian harga tiket ini juga berkaitan dengan rencana renovasi Stadion H. Agus Salim dalam waktu dekat. Langkah ini diambil untuk memberikan kemudahan bagi suporter memberikan dukungan terakhir mereka di kasta tertinggi musim ini.
"Manajemen Semen Padang FC menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh suporter, pencinta sepak bola, serta masyarakat Sumatra Barat atas hasil yang tidak sesuai harapan pada musim ini yang berujung degradasi tim ke Liga 2," bunyi pernyataan resmi manajemen Semen Padang.
Kegagalan bertahan di kompetisi utama menjadi catatan kelam bagi klub yang sempat mengalami gejolak internal selama musim berjalan. Saat ini, tim di bawah asuhan pelatih Imran Nahumarury tetap fokus menyelesaikan sisa jadwal kompetisi sebelum resmi berkompetisi di kasta kedua pada musim mendatang.