Ricky Kambuaya Terima Serangan Rasial Usai Laga Dewa United

Gelandang Dewa United Ricky Kambuaya menjadi korban serangan rasial di media sosial setelah pertandingan melawan Persib Bandung pada Senin (20/4/2026).

Gelandang Dewa United dan Tim Nasional Indonesia, Ricky Kambuaya, melaporkan adanya serangan rasial yang diarahkan kepadanya melalui media sosial Instagram pada Senin (20/4/2026) malam WIB. Insiden ini terjadi sesaat setelah pertandingan pekan ke-28 liga domestik antara Dewa United melawan Persib Bandung di Banten International Stadium.

Kambuaya mengungkapkan melalui akun pribadinya bahwa ejekan rasial tersebut membanjiri kolom komentar dan pesan langsung (DM). Sebagaimana dilansir dari Bola, peristiwa ini mencuat setelah Dewa United bermain imbang dengan skor 2-2 melawan tim tamu dari Bandung.

Sejumlah rekan setim dan pemain berlabel Timnas Indonesia segera memberikan pembelaan terbuka untuk Kambuaya. Bek Kevin Diks menyatakan kekecewaannya melalui media sosial sebagai bentuk dukungan moral bagi sang gelandang asal Papua tersebut.

"Tidak dapat dipercaya," kata Kevin Diks, pemain bertahan Tim Nasional Indonesia. Ungkapan ketidakpercayaan ini juga diikuti oleh simbol solidaritas dari pemain lain yang mengecam perilaku diskriminatif netizen.

Dua rekan satu klub Kambuaya, Egy Maulana Vikri dan Rafael Struick, turut menyuarakan penolakan terhadap aksi tersebut. Egy secara tegas meminta publik untuk menghentikan segala bentuk rasisme dalam dunia olahraga maupun kehidupan sosial.

"Katakan tidak pada rasial," ujar Egy Maulana Vikri, penyerang sayap Dewa United. Sementara itu, penyerang Rafael Struick memberikan pesan penyemangat agar Kambuaya tetap tegar menghadapi situasi tidak menyenangkan tersebut.

Mauro Zijlstra, striker muda Persija Jakarta, juga bereaksi terhadap kabar ini dengan memberikan respons yang menunjukkan keheranan atas masih adanya perilaku rasial. Kambuaya tercatat sebagai pemain Dewa United kedua yang angkat bicara terkait masalah rasisme setelah sebelumnya dialami oleh Johnathan Carlos Pereira.

Bek asal Brasil tersebut sebelumnya juga sempat menyuarakan keresahannya di platform yang sama. Kasus rasisme di sepak bola Indonesia belakangan ini kerap melibatkan akun-akun anonim yang memanfaatkan fitur media sosial untuk menyerang identitas pemain tanpa terdeteksi secara langsung.

Recommended