130 SMK di Jawa Timur Kembangkan Kendaraan Listrik Berbasis Konversi

Sebanyak 130 SMK di Jawa Timur pamerkan kendaraan listrik hasil konversi BBM pada Hardiknas 2026 sebagai langkah menuju energi ramah lingkungan.

Sebanyak 130 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Timur memamerkan kendaraan listrik hasil konversi bahan bakar minyak (BBM) dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (2/5/2026). Pengembangan teknologi ini dilakukan untuk mendukung program energi ramah lingkungan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi terhadap karya para siswa yang dinilai memiliki daya saing tinggi di industri otomotif. Sebagaimana dilansir dari Medcom, kendaraan yang dipamerkan bukan sekadar proyek sekolah, melainkan sudah memenuhi standar kebutuhan pasar masa depan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur memandang inovasi ini sebagai langkah strategis dalam mempercepat penggunaan energi bersih. Inisiatif tersebut selaras dengan target Net Zero Emission 2060 melalui pengalihan penggunaan energi fosil ke nonfosil yang dimulai dari lingkungan pendidikan vokasi.

"Menurut saya ini menjadi pendorong semangat bagaimana menuju Net Zero Emission 2060. Bagaimana kita mengkonversi energi dari fosil ke nonfosil. Dan itu dimulai dari anak-anak SMK, saya rasa ini keren sekali," ujar Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.

Data dari Dinas Pendidikan Jawa Timur menunjukkan bahwa Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada kendaraan listrik karya siswa ini rata-rata telah mencapai 50 persen. Mayoritas komponen telah diproduksi di dalam negeri, sementara hanya sebagian kecil komponen tertentu yang masih didatangkan melalui impor.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa dari total 481 SMK dengan jurusan otomotif di wilayahnya, 130 sekolah telah berhasil memproduksi kendaraan listrik. Produk yang dihasilkan mencakup perakitan kendaraan baru maupun hasil konversi dari kendaraan bermesin konvensional.

Minat sektor industri terhadap inovasi ini mulai terlihat dengan adanya permintaan konversi kendaraan operasional dari sejumlah perusahaan kepada pihak sekolah. Hal ini dinilai memperkuat relevansi kurikulum pendidikan vokasi dengan kebutuhan nyata di dunia kerja.

Sejumlah sekolah yang terlibat dalam pameran tersebut antara lain SMK Wijaya Putra Surabaya, SMK Darma Siswa 1 Sidoarjo, dan SMK Antartika 1 Sidoarjo. Selain itu, terdapat pula partisipasi dari SMK Krian 2 Sidoarjo serta SMK Senopati Sedati Sidoarjo yang menampilkan unit kendaraan listrik unggulan mereka.

Recommended