Sony Honda Mobility secara resmi menghentikan proyek mobil listrik Afeela. Keputusan ini diambil setelah Honda memutuskan untuk mengurangi ambisinya di sektor kendaraan listrik (EV), menandai tantangan besar bagi pendatang baru di industri yang semakin kompetitif.
Langkah ini dipicu oleh strategi Honda yang mengurangi fokus pada EV. Sebelumnya, Honda mengumumkan penurunan nilai (writedown) hingga 2,5 triliun yen atau sekitar 15,7 miliar dolar AS seiring penyesuaian strategi elektrifikasinya.
Keputusan tersebut dipengaruhi oleh kondisi pasar global. Kebijakan di Amerika Serikat di era Presiden Donald Trump mengurangi dukungan untuk kendaraan listrik, dan permintaan di Eropa tidak sekuat perkiraan.
Beberapa produsen otomotif, termasuk Ford dan Stellantis, juga melakukan penyesuaian strategi, mencatatkan kerugian besar sebagai akibatnya.
Bagi Sony, penghentian proyek Afeela menjadikannya perusahaan teknologi yang mengikuti jejak pemain lain yang gagal menembus pasar EV. Industri ini didominasi oleh Tesla dan produsen asal China yang berkembang pesat. Apple sebelumnya juga menghentikan proyek mobil listriknya setelah satu dekade pengembangan. Sementara itu, Xiaomi meluncurkan sedan listrik SU7 setelah bertahun-tahun berfokus pada perangkat elektronik konsumen.
Sony Honda Mobility menyatakan bahwa keputusan Honda menyebabkan proyek Afeela kehilangan arah karena tidak lagi memiliki dukungan teknologi dan aset manufaktur yang dibutuhkan.
Perusahaan akan mengembalikan dana penuh kepada konsumen di California yang telah memesan Afeela 1. Pengiriman unit perdana awalnya dijadwalkan pada akhir tahun ini, dengan model kedua direncanakan pada tahun 2028.
Analis Quiddity Advisors, Travis Lundy, sebelumnya menilai proyek ini sulit berhasil dan menyebut Afeela sebagai 'proyek ambisi pribadi yang aneh' yang tidak akan menjadi bagian penting dari masa depan Honda.
Honda menyatakan penghentian proyek ini tidak akan berdampak material terhadap proyeksi keuangan tahun fiskal berjalan. Sony juga menyampaikan bahwa dampaknya terhadap kondisi keuangan perusahaan tidak signifikan.