Manajemen Auto2000 membagikan sejumlah langkah strategis untuk mengoptimalkan efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan Toyota di DKI Jakarta pada Selasa, 14 April 2026. Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap isu kelangkaan energi serta kebijakan pembatasan bensin bersubsidi.
Metode berkendara hemat energi atau eco driving menjadi anjuran utama bagi para pemilik kendaraan agar operasional mobil tetap terkendali. Langkah teknis mencakup pemanfaatan momentum kendaraan saat melaju guna menjaga putaran mesin tetap rendah dan stabil.
Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, menjelaskan bahwa terdapat beragam cara untuk menekan penggunaan bahan bakar secara efektif. Salah satunya adalah dengan penggabungan teknik berkendara dan perawatan unit secara berkala.
"Banyak cara untuk menghemat penggunaan bahan bakar kendaraan. Di antaranya adalah dengan melakukan metode eco driving dan servis berkala mobil di bengkel Auto2000," kata Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000 dalam keterangan resminya.
Dilansir dari Medcom, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan merupakan poin krusial untuk menghindari pengereman mendadak. Jarak yang terlalu dekat memaksa pengemudi melakukan pengereman keras yang berakibat pada perlunya tenaga mesin lebih besar untuk melaju kembali.
Bagi pengguna transmisi CVT, efisiensi dapat dicapai dengan menginjak pedal gas secara halus dan tidak agresif. Selain itu, fitur mode berkendara ECO pada mobil modern dapat diaktifkan untuk menyesuaikan respons mesin demi penghematan maksimal.
Faktor teknis lainnya yang memengaruhi konsumsi bensin adalah tekanan udara pada ban. Tekanan yang terlalu rendah mengakibatkan hambatan gulung meningkat sehingga mesin bekerja lebih berat, sementara tekanan yang tepat memastikan penyaluran tenaga berlangsung optimal.
Auto2000 juga menyoroti penggunaan bahan bakar sesuai spesifikasi oktan pabrikan sebagai kunci pembakaran sempurna. Penggunaan bensin yang tidak tepat dinilai dapat menurunkan performa mesin sekaligus memicu pemborosan konsumsi energi.
Sebagai solusi jangka panjang, penggunaan kendaraan elektrifikasi seperti Toyota Veloz Hybrid disebut memberikan dampak signifikan. Mobil ini tercatat mampu menempuh jarak hingga 28,9 kilometer per liter berdasarkan data uji coba media otomotif.
Dengan kapasitas tangki sebesar 40 liter, teknologi hybrid secara teoretis memungkinkan kendaraan menempuh jarak hingga 1.100 kilometer. Keunggulan ini diposisikan sebagai langkah konkret untuk mendukung mobilitas harian yang lebih ekonomis di tengah fluktuasi ketersediaan energi.