Sean Gelael menjadi salah satu pembalap Indonesia yang terus berkiprah di dunia balap internasional.
Pada tahun 2026, Sean Gelael akan berkompetisi di berbagai ajang balap bergengsi dengan dukungan penuh dari sponsor, salah satunya adalah Pertamina Patra Niaga yang melanjutkan kemitraan strategis dengan tim balap AF Corse 51. Kolaborasi ini sekaligus menempatkan Sean Gelael sebagai Brand Ambassador produk unggulan Pertamina.
Kemitraan strategis antara Pertamina Patra Niaga dan tim balap AF Corse 51 akan berlangsung sepanjang musim balap 2026. Beberapa ajang balap internasional yang akan diikuti meliputi FIA World Endurance Championship (FIA WEC), GT World Challenge Europe – Endurance Cup, GT World Challenge Asia – Mandalika Round, dan Asian Le Mans Series 2025–2026.
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyatakan bahwa kemitraan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat citra merek Pertamina Patra Niaga di kancah global.
"Melalui kolaborasi dengan AF Corse 51 dan Sean Gelael, kami ingin menunjukkan produk Indonesia mampu merepresentasikan performa, inovasi, dan daya saing Indonesia di panggung global," ujar Eko saat konferensi pers di Gambir Expo, Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi komunikasi korporasi untuk memperkuat posisi produk unggulan Pertamina Patra Niaga di level global.
"Kemitraan strategis ini tidak hanya berbicara mengenai partisipasi di ajang balap internasional, tetapi juga tentang membangun kebanggaan nasional. Kami ingin menunjukkan bahwa produk energi dan pelumas karya anak bangsa mampu tampil sejajar dengan brand global," tutur Roberth.
Partisipasi Pertamax Turbo dalam mendukung Sean Gelael dan Valentino Rossi di FIA World Endurance Championship (WEC) 2024 juga memperkuat posisi Pertamina di persaingan global.
Menjelang musim balap 2026, Sean Gelael menyatakan kepercayaan dirinya. Pembalap berusia 29 tahun ini merasa memiliki bekal pengalaman yang cukup.
"Tahun lalu, bahkan dua tahun terakhir, kami sebenarnya selalu berada dalam posisi win in the bag di ajang WEC maupun GT World Challenge. Kami juga meraih beberapa podium, tetapi sayangnya persaingan menuju gelar juara selalu terhenti di balapan sebelum terakhir. Selisihnya sangat tipis, namun musim ini kami kembali dengan semangat baru. Dari sisi potensi, peluang itu selalu ada," ujarnya.
"Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, kami sudah dua kali finis sebagai runner-up di WEC. Begitu juga di Le Mans, kami dua kali menjadi runner-up. Jadi, insya Allah, semoga tahun ini menjadi tahunnya kami. Namun, kami juga sadar bahwa hasil akhir tidak ada yang tahu. Kami hanya bisa bekerja keras, melakukan yang terbaik, dan sisanya kami serahkan kepada Tuhan," tandas Gelael.