Richard Achmad Paparkan Tantangan Kelola 100 Ribu Anggota Jakmania

Mantan Ketua Umum Jakmania Richard Achmad Supriyanto menjelaskan sistem organisasi dan tantangan mengelola 100 ribu anggota suporter Persija Jakarta.

Mantan Ketua Umum The Jakmania periode 2014-2016, Richard Achmad Supriyanto, memaparkan dinamika pengelolaan basis massa suporter Persija Jakarta yang kini mencapai 100.000 anggota pada Senin (27/4/2026). Anggota tersebut kini tersebar secara luas mulai dari wilayah Jabodetabek hingga ke mancanegara.

Dilansir dari Bola, jumlah anggota resmi klub suporter yang identik dengan warna oranye tersebut tercatat meluas hingga ke tingkat nasional. Ekspansi basis massa ini juga mencakup pembentukan biro khusus di luar negeri, seperti di Jepang dan Australia.

Richard menjelaskan bahwa pengelolaan organisasi sebesar itu memerlukan ketegasan karena banyaknya perbedaan karakter di dalam internal suporter. Menurutnya, penggunaan media sosial yang masif saat ini turut mengubah pola pikir para anggota secara dinamis.

"Artinya, memang kita perlu ketegasan, perlu cepat ambil keputusan kalau momentum-momentumnya yang cukup luar biasa gitu," ujar Richard Achmad Supriyanto, Mantan Ketua Umum The Jakmania.

Struktur organisasi The Jakmania saat ini telah tersusun secara hierarkis untuk menjaga koordinasi tetap berjalan efektif. Sistem tersebut melibatkan pengurus pusat, koordinator wilayah (korwil), hingga koordinator daerah (korda) yang tersebar di berbagai titik.

Komunikasi dengan anggota yang berada di luar negeri dilakukan secara rutin melalui pertemuan daring setiap pekan. Pola ini merupakan pengembangan dari tradisi pertemuan tatap muka yang sebelumnya dilakukan oleh kepengurusan pusat bersama para korwil.

Richard mengawali kariernya di organisasi tersebut sejak tahun 2003 dengan membentuk korwil di Universitas Bung Karno. Sebelum menjabat sebagai ketua umum, ia tercatat pernah mengisi posisi di bidang penelitian dan pengembangan, sekretaris jenderal, hingga wakil ketua umum.

Jabatan di bidang litbang pada masa itu ia gunakan untuk menganalisis perkembangan dan perilaku penonton di tribun masing-masing. Fokus utama dalam pengelolaan anggota saat ini adalah menyatukan latar belakang suku, agama, dan karakter yang berbeda dalam satu tujuan mendukung Persija Jakarta.

Recommended