Tes Kemampuan Akademik (TKA) telah menciptakan pengalaman yang penuh tantangan, namun juga memicu semangat belajar bagi para peserta didik dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Salah satu peserta, Stefhanie Yemimma Aurellia dari PKBM Yayasan Nura Amalia, mengakui adanya rasa panik dan gugup, meski persiapan telah dilakukan jauh-jauh hari.
“Saya panik dan deg-degan, tapi sudah berusaha mempersiapkan diri sejak minggu lalu,” ungkap Stefhanie, seperti dilansir dari Medcom pada Minggu, 11 April 2026.
Mata pelajaran matematika menjadi salah satu rintangan utama, namun Stefhanie tetap optimistis menantikan hasil asesmennya. TKA ini sangat penting dalam pendidikan kesetaraan karena berfungsi untuk memetakan capaian belajar peserta secara nasional.
Penting untuk diketahui, hasil TKA tidak akan menjadi penentu kelulusan peserta didik. Sebaliknya, hasil tes ini dimanfaatkan sebagai indikator untuk melihat sejauh mana kompetensi peserta telah tercapai, sementara kewenangan kelulusan tetap berada di tangan masing-masing satuan pendidikan.
Pelaksanaan TKA kembali menegaskan komitmennya sebagai alat pemetaan mutu pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Kegiatan hari pertama TKA bagi peserta didik pendidikan kesetaraan Paket B dari berbagai PKBM berjalan lancar di SMPN 17 Bandung.
Kegiatan ini melibatkan peserta dari beragam latar belakang, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Hal ini menunjukkan upaya nyata untuk menyediakan layanan pendidikan yang setara bagi semua warga belajar.
TKA Paket B di lokasi ini adalah bagian dari usaha menyetarakan layanan pendidikan bagi seluruh warga belajar, termasuk mereka yang memilih jalur nonformal. Beberapa PKBM, seperti Guna Persada dan Nura Amalia, berpartisipasi dalam pelaksanaan terpusat ini untuk memastikan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai.
Menurut Ali Umar Hamdani, Kepala PKBM Guna Persada, pelaksanaan TKA untuk pendidikan kesetaraan biasanya dilakukan di satuan pendidikan yang telah memiliki fasilitas pendukung lengkap. Fasilitas tersebut mencakup perangkat komputer, jaringan internet, serta tenaga teknis yang kompeten.
“Persiapan dilakukan mulai dari verifikasi data peserta, pengaturan ruang ujian, hingga penunjukan proktor dan teknisi untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar,” jelas Ali Umar Hamdani.
Ali juga menekankan pentingnya aspek inklusivitas dalam penyelenggaraan TKA. Berbagai penyesuaian telah dilakukan agar peserta didik berkebutuhan khusus dapat mengikuti asesmen dengan optimal.
“Kami menyediakan fasilitas pendukung seperti perangkat dengan aksesibilitas, aplikasi pembantu, serta pendampingan dari pengawas yang telah memahami kebutuhan peserta ABK,” tambahnya.
Bagi Heri Gunawan, seorang peserta Paket B tunanetra dari PKBM Guna Persada, mengikuti TKA merupakan pengalaman yang menantang sekaligus bermakna. Ia merasakan perpaduan antara kegugupan dan kepuasan setelah menyelesaikan tes tersebut.
“Rasanya cukup deg-degan, tapi puas juga bisa menyelesaikannya,” ungkap Heri.
Dalam persiapan ujiannya, Heri memanfaatkan beragam sumber belajar, mulai dari buku braille, audio digital, hingga bimbingan dari para guru. Ia menilai dukungan pendidik sangat krusial dalam membantu pemahamannya terhadap materi.
Namun, Heri juga mengidentifikasi tantangan, terutama pada soal-soal berbasis visual dan istilah matematika yang belum familiar. Selain itu, pendampingan selama TKA juga dianggapnya sangat penting.
“Kalau tidak ada pendamping, cukup sulit karena soal harus dibacakan terlebih dahulu,” kata Heri, yang merasa fasilitas yang disediakan sudah cukup membantu dan membuatnya nyaman selama ujian.
Di Kota Bandung, terdapat lebih dari seratus PKBM yang terdaftar, tersebar di berbagai wilayah. Peserta didiknya tidak hanya berasal dari Bandung, tetapi juga dari daerah sekitarnya. Tantangan dalam pelaksanaan TKA di pendidikan kesetaraan meliputi kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, serta kebutuhan penyesuaian bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Meski demikian, pemerintah terus mengoptimalkan dukungannya melalui penyediaan pedoman, pelatihan, serta fasilitasi sarana. Hal ini dilakukan guna memastikan pelaksanaan TKA berjalan dengan baik dan merata.