Legenda Barcelona Thierry Henry Soroti Kartu Merah Pau Cubarsi dalam Laga Liga Champions

Thierry Henry mengkritik keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada Pau Cubarsi saat Barcelona kalah dari Atletico Madrid di Liga Champions.

Keputusan kontroversial wasit yang mengganjar bek muda Barcelona, Pau Cubarsi, dengan kartu merah saat menghadapi Atletico Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026, pada Kamis (9/4/2026) dini hari WIB, memicu perdebatan sengit. Legenda klub, Thierry Henry, menjadi salah satu yang menyuarakan kritik terbuka terhadap insiden tersebut.

Henry, mantan penyerang timnas Prancis, secara gamblang mempertanyakan keabsahan keputusan wasit dalam pertandingan krusial itu. Kritiknya memperkuat pandangan serupa yang sebelumnya telah disampaikan oleh pelatih Barcelona, Hansi Flick, seperti dilansir dari Bola.

Kartu merah untuk Cubarsi terjadi jelang berakhirnya babak pertama, sebuah momen yang disebut-sebut sebagai titik balik yang berdampak besar pada jalannya pertandingan. Bermain dengan sepuluh orang, keseimbangan tim Barcelona terganggu, situasi yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh Atletico Madrid untuk mendominasi dan menentukan hasil laga.

Dalam analisisnya yang ditayangkan di CBS Sports, Thierry Henry mengungkapkan ketidaksetujuannya secara langsung. "Tidak, tidak, tidak… menurut saya itu bukan kartu merah. Maaf. Saya mengerti aturannya. Pemain terakhir, menggagalkan peluang mencetak gol, tapi Anda harus melihat situasinya," ujar Henry.

Ia berargumen bahwa situasi saat itu belum sepenuhnya memenuhi kriteria peluang gol yang jelas. "Bola tidak sepenuhnya dalam kontrol, sudutnya tidak ideal dan masih ada jarak menuju gawang," tambah legenda Barcelona tersebut. Henry mempertanyakan, "Apakah kita yakin dia akan mencetak gol? Saya tidak yakin."

Interpretasi Aturan Jadi Fokus Perdebatan

Henry lebih lanjut menjelaskan bahwa permasalahan utama terletak pada interpretasi aturan, bukan pada aturan itu sendiri. Meskipun Cubarsi merupakan pemain terakhir, ia ragu apakah insiden tersebut benar-benar menggagalkan peluang mencetak gol yang definitif. Henry juga menyoroti dampak besar yang dihasilkan oleh keputusan ini terhadap keseluruhan jalannya pertandingan.

"Menurut saya itu kartu kuning, bukan merah. Karena begitu Anda mengusirnya, Anda mengubah seluruh permainan. Dan di Liga Champions, Anda harus 100% yakin. Saya rasa wasit terlalu cepat dalam mengambil keputusan itu," tegas Henry. Perdebatan ini menggarisbawahi pentingnya ketelitian dalam pengambilan keputusan di level tertinggi sepak bola, di mana satu insiden dapat mengubah hasil akhir pertandingan secara drastis.

Recommended