Tim Para Panahan Indonesia Raih Enam Medali di Bangkok 2026

Tim para panahan Indonesia berhasil membawa pulang enam medali, terdiri dari tiga emas, satu perak, dan dua perunggu, dari Hyundai World Archery Para Series 2026…

Tim para panahan Indonesia menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional dengan meraih enam medali pada ajang Hyundai World Archery Para Series 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand. Torehan ini terdiri dari tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu, menempatkan Indonesia pada posisi kedua dalam perolehan medali, tepat di bawah India yang menjadi juara umum dengan tujuh emas.

Salah satu atlet yang paling menonjol adalah Riyanti Ananda. Dilansir dari Bola.com, atlet asal Kalimantan Selatan ini, meskipun berstatus debutan, berhasil menyumbangkan dua medali emas. Medali tersebut diraihnya melalui nomor double women recurve bersama Noviera Ross, serta mixed team recurve dengan Kholidin. Riyanti juga menambah satu perunggu dari nomor recurve putri, menjadikannya 'rising star' baru bagi para panahan Indonesia, demikian dikutip dari Antara News.

Pemanah senior Indonesia, Kholidin, juga menunjukkan performa luar biasa. Ia berhasil mempersembahkan satu medali emas pada nomor recurve men open. Lebih mengesankan lagi, Kholidin mencetak kejutan besar dengan menumbangkan wakil India, Singh Harvinder, yang merupakan peraih medali emas Paralimpiade Paris 2024.

Kemenangan Kholidin atas Singh Harvinder menjadi momen spesial yang meningkatkan motivasinya untuk terus berprestasi. Kholidin juga berpasangan dengan Riyanti Ananda pada nomor mixed team recurve dan berhasil meraih medali emas. Setiawan, atlet para panahan Indonesia lainnya, turut menyumbangkan medali perunggu di nomor recurve putra.

Pencapaian Memuaskan Menuju Paralimpiade 2028

Pelatih tim para panahan Indonesia, Rameez Ali Surya Negara, menyatakan kepuasannya atas pencapaian enam medali di kejuaraan ini. Meskipun beberapa target awal tidak tercapai, tim justru berhasil meraih tiga emas dari nomor-nomor yang sebelumnya tidak diprediksi.

"Mixed team recurve targetnya perunggu, double women recurve target perak, dan mixed team compound target perunggu, tetapi malah bisa mendapatkan medali emas," ungkap Rameez Ali, dilansir dari Poskota.co. Pencapaian ini merupakan modal berharga bagi tim para panahan Indonesia untuk mengumpulkan poin dan mempersiapkan diri menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.

Rameez secara khusus memberikan apresiasi kepada Riyanti Ananda yang mampu tampil maksimal meskipun baru bergabung dengan pelatihan nasional pada Agustus 2025. "Capaian dua emas dan satu perunggu merupakan prestasi yang patut diapresiasi," ujarnya.

Motivasi Tinggi Para Atlet

Riyanti Ananda mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas perolehan medali perdananya di ajang internasional. Ia berterima kasih kepada tim pelatih, NPC Indonesia, dan rekan-rekan yang telah mendukung kariernya. Riyanti berharap pencapaian ini menjadi awal untuk terus memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

Senada dengan Riyanti, Kholidin juga sangat termotivasi dengan hasil ini. Ia bertekad untuk menjaga konsistensi performa demi meraih tiket ke Paralimpiade Los Angeles 2028. Kemenangan atas peraih emas Paralimpiade Paris 2024, Singh Harvinder, disebutnya sebagai penyemangat tambahan dalam menjalani sesi latihan ke depan.

Tim para panahan Indonesia masih memiliki dua agenda internasional penting sebelum Asian Para Games 2026, yaitu Nove Mesto Hyundai World Archery Para Series di Republik Ceko dan Asian Archery Para Cup 2026 di India. Partisipasi dalam ajang-ajang ini akan bergantung pada perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.

Recommended