Timnas Hoki Indonesia membuka peluang untuk merekrut pemain keturunan yang berkiprah di luar negeri. Hal ini disampaikan oleh pelatih Timnas Hoki Indonesia, Dharma Raj, sebagai upaya memperkuat skuad Garuda di masa depan.
Menurut Dharma Raj, Indonesia memiliki potensi besar dalam cabang olahraga hoki karena banyaknya pemain keturunan yang tersebar di negara-negara dengan tradisi hoki yang kuat, seperti Belanda. Situasi ini dapat menjadi keuntungan signifikan bagi perkembangan hoki di Tanah Air.
Dalam wawancara eksklusif dengan Bola.com, Dharma Raj menyebut Indonesia sebagai "sleeping giant" atau raksasa yang sedang tertidur di cabang olahraga hoki.
"Indonesia ini adalah sleeping giant. Sebenarnya Indonesia mempunyai Belanda di belakang mereka bukan di sepak bola saja, karena memang Indonesia punya sejarah dengan Belanda," kata Dharma Raj.
Dharma Raj menambahkan Belanda memiliki sistem pembinaan hoki yang hebat dengan banyak klub yang memiliki pemain bagus.
Dharma Raj mengaku telah beberapa kali bertemu dengan pemain hoki keturunan Indonesia saat berada di Belanda. Banyak dari mereka memiliki darah campuran Indonesia-Belanda.
"Saya beberapa kali ke Belanda, saya bertemu pemain keturunan Indonesia-Belanda yang direct punya parents ibu orang Indonesia. Bapak orang Belanda, anak mereka jago-jago," ungkap Dharma Raj.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi pemain naturalisasi yang lebih besar dibandingkan negara lain seperti Malaysia, China, Jepang, Korea, atau India.
"Indonesia punya banyak sebenarnya. Dengan gabungan antara pemain lokal yang semakin hari semakin meningkat dan juga beberapa pemain hebat naturalisasi yang direct," lanjutnya.
Banyak Pemain yang Menawarkan Diri
Dharma Raj mengungkapkan bahwa sejumlah pemain keturunan Indonesia telah menunjukkan minat untuk membela Merah-Putih, bahkan sebelum perhelatan SEA Games 2025.
"Sebenarnya sebelum SEA Games 2025, atlet yang ingin membela Indonesia sudah mulai tanya. Mereka yang menawarkan diri lebih dulu, karena mungkin mereka tahu di sepak bola seperti itu kan," terangnya.
Ia menambahkan bahwa banyak pemain hoki putri keturunan Belanda-Indonesia yang bermain di tim-tim juara Olimpiade dan Piala Dunia.
"Di tim-tim yang juara Piala Dunia sama Olimpiade itu sebagian pemain-pemain itu keturunan Belanda-Indonesia. Waktu tim putri Belanda menang Piala Dunia hoki indoor kaptennya keturunan Indonesia-Belanda," imbuh Dharma Raj.
Federasi Mulai Serius
Dharma Raj berharap kehadiran pemain naturalisasi dapat membantu Indonesia meningkatkan level permainan hoki, melampaui kompetisi regional seperti SEA Games dan mencapai Asian Games hingga Olimpiade.
"Federasi sudah mulai mengambil situasi itu lebih serius karena saya juga ingin biar kita bisa bersaing di level lebih tinggi lagi. Kita enggak mungkin cuma memikirkan cuma SEA Games seperti itu," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah yang semakin besar terhadap olahraga hoki setelah meraih emas di SEA Games.
"Alhamdulillah kita menang emas back to back dan pemerintah mulai mendukung olahraga ini, lebih banyak perhatian. Saya rasa anggaran mulai dibagi kepada olahraga hoki dan juga membantu kita mendapat pemain naturalisasi."
Saat ini, beberapa pemain sudah mengajukan permohonan untuk bergabung, termasuk dua atau tiga pemain untuk tim putri. Dharma Raj menekankan pentingnya memilih pemain naturalisasi yang benar-benar berkualitas.
"Kami mau ambil pemain naturalisasi yang benar-benar bagus. Kalau tidak, pemain lokal juga sudah bagus. Saya sudah menang dua kali di SEA Games tanpa pemain naturalisasi. Pemain lokal kita sebenarnya juga bagus," pungkasnya.