Timnas Indonesia Bidik Piala Asia 2027 dengan Kekuatan Pemain Eropa

Timnas Indonesia bersiap hadapi Piala Asia 2027 di Arab Saudi dengan amunisi pemain terbaik dari liga-liga top Eropa.

Timnas Indonesia menempatkan Piala Asia 2027 sebagai salah satu target utama di samping turnamen Piala AFF dan FIFA ASEAN Cup. Kekuatan skuad Garuda dipastikan bakal maksimal dengan kehadiran para pemain terbaik yang merumput di kompetisi elite Eropa, seperti dikutip dari Bola.

Gelaran Piala Asia 2027 sendiri bakal diselenggarakan di Arab Saudi. Kompetisi sepak bola bergengsi di benua kuning ini dijadwalkan berlangsung mulai 7 Januari sampai dengan 5 Februari tahun depan.

Undian menempatkan Jay Idzes dan kawan-kawan di Grup F. Pada fase ini, Timnas Indonesia harus bersaing ketat dengan Thailand, Jepang, dan Qatar.

Lantaran durasi persiapan yang terhitung masih panjang, PSSI diproyeksikan bakal memproses naturalisasi beberapa pemain keturunan dari Benua Biru. Dua nama yang saat ini santer dibicarakan adalah Luke Vickery dan Dean Zandbergen.

Luke Vickery merupakan pemain berusia 20 tahun yang kini membela klub Australia, Macarthur FC. Pesepak bola yang memiliki darah Medan, Sumatera Utara ini mempunyai fleksibilitas tinggi karena mampu diplot sebagai gelandang serang maupun penyerang sayap.

Sementara itu, Dean Zandbergen adalah striker berumur 24 tahun yang memperkuat VVV-Venlo di Liga Belanda. Pemain keturunan Depok, Jawa Barat ini memiliki postur tubuh setinggi 188 centimeter yang sangat mendukung perannya sebagai ujung tombak.

Melihat urgensi kebutuhan tim, pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan mengharapkan agar federasi bergerak dengan cepat.

"Luke Vickery ini kan bukan murni sebagai nomor 9. Artinya, dia sama seperti Ole Romeny-lah. Bisa bermain sebagai nomor 10 dan bisa bergeser ke winger. Bermain lebih melebar," kata Ronny Pangemanan via kanal YouTube ITSMe.

"Tapi kalau Dean Zandbergen benar-benar adalah pemain nomor 9. Nah, kita perlu mendapatkan itu. Kalau dia bisa datang, bagus di depan. Karena kita sudah punya pemain yang sekarang lagi pemulihan, Miliano Jonathans," imbuh pengamat yang akrab disapa Ropan.

Tim kepelatihan yang dipimpin oleh John Herdman kini fokus mematangkan komposisi tim terbaik demi mengoptimalkan sisa waktu yang tersedia sebelum turnamen dimulai.

"Di Piala Asia, saya yakin karena masih tahun depan, Januari sampai Februari. Jadi kita punya kekuatan, kalau Dean Zandbergen misalnya bisa datang," ujar Ropan sembari menambahkan, naturalisasi sebaiknya dikebut.

"Kalau dari saat ini ke tahun depan Januari, bisalah dikebut. Naturalisasi itu satu bulan juga bisa sebenarnya. Jadi kalau ada Dean Zandbergen, ada Ole Romeny, ada Miliano Jonathans kan bagus. Di depan juga ada Ragnar Oratmangoen, mungkin ditambah satu lagi yakni Eksel Runtukahu sebagai pelapis, sudah oke," tandas pengamat yang juga jurnalis senior.

Kebutuhan Tambahan Kekuatan di Sektor Gelandang

Lini tengah juga menjadi area vital yang memerlukan tambahan tenaga baru. Skuad Garuda perlu mengantisipasi penurunan performa Thom Haye dan Joey Pelupessy seiring bertambahnya usia mereka.

"Atau kita bisa mendapatkan satu gelandang lagi karena kita harus mengantisipasi dengan usia Thom Haye yang sudah mulai melambat. Thom Haye dan Joey Pelupessy kan sudah di atas 30 tahun semua. Harus mencari gelandang-gelandang yang bagus," tutur Ropan.

"Kita memang masih punya yang muda macam Iver Jenner dan Ricky Kambuaya. Tapi kita harus perlu mencari gelandang-gelandang yang baru dan bagus. Nathan Tjoe-A-On bisa didorong ke gelandang, tapi kan mesti mencari pengatur ritme permainan yang bagus, siap yang menggantikan posisi Thom Haye."

"Tidak selamanya kita bergantung kepada Joey Pelupessy sebagai gelandang yang lebih kuat bermain di double pivot. Jadi kita harus mencari pemain seperti dia juga. Mungkin saja kalau Jordy Wehrmann bisa bergabung, dia salah satu alternatif".

"Tapi untuk jangka panjang, John Herdman harus memikirkan itu. Mencari pemain-pemain yang sekualitas Thom Haye. Waktu memang masih ada, tapi harus lebih cepat. Karena ini bergulir terus".

"Habis Piala AFF, kita sudah menghadapi FIFA ASEAN Cup September – Oktober. Itu kan agenda FIFA. Harus pemain-pemain yang bagus. Diizinkan semua klub di Eropa untuk memperkuat negara masing-masing. Termasuk Indonesia," pungkas Ropan.

Recommended