PT Wahana Makmur Sejati memberikan edukasi terkait pentingnya perawatan sistem pengereman dengan menyarankan penggantian minyak rem secara rutin setiap 24 bulan atau 24.000 kilometer pada Minggu (3/5/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan responsivitas rem tetap optimal guna menjamin keselamatan pengendara di jalan raya.
Kualitas cairan rem dilaporkan dapat menurun seiring waktu karena sifatnya yang higroskopis atau mudah menyerap uap air dari udara. Dilansir dari Medcom, akumulasi kandungan air dalam sistem ini berisiko mengurangi efektivitas distribusi tekanan dari pedal atau tuas ke komponen roda.
Penurunan performa tersebut berdampak langsung pada kecepatan reaksi rem yang menjadi lebih lambat atau terasa kosong saat digunakan. Selain masalah teknis pada pengereman, keberadaan air dalam sistem dapat memicu korosi pada komponen internal yang berpotensi merusak sistem pengereman secara menyeluruh.
"Ketika minyak rem sudah tidak dalam kondisi baik, kemampuan dalam meneruskan tekanan akan menurun. Ini yang membuat pengereman terasa kurang responsif dan berpotensi mengurangi daya cengkeram," kata Wahyu Budhi, Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati.
Terdapat beberapa indikator fisik yang dapat dikenali pengendara saat minyak rem harus segera diganti, salah satunya adalah perubahan warna. Cairan yang semula berwarna bening kekuningan akan berubah menjadi gelap akibat kontaminasi kotoran maupun uap air.
Gejala lain yang sering muncul adalah fenomena 'rem ngempos', di mana tarikan tuas rem terasa lebih dalam dari biasanya namun tidak memberikan daya henti yang maksimal. Kondisi ini menyebabkan jarak pengereman menjadi lebih panjang dan membahayakan saat situasi darurat.
Pihak Wahana Makmur Sejati merekomendasikan pemilik kendaraan untuk melakukan perawatan di bengkel resmi AHASS guna memastikan penggunaan suku cadang standar. Pemeriksaan berkala di bengkel resmi juga memungkinkan deteksi dini terhadap potensi kerusakan sistem pengereman sebelum menjadi masalah yang lebih besar.