Timnas Indonesia berhasil melaju ke final FIFA Series 2026 dan akan berhadapan dengan Bulgaria. John Herdman, pelatih Tim Garuda, menekankan pentingnya kewaspadaan dan performa kuat sejak 15 menit awal pertandingan.
Pada laga sebelumnya, Timnas Indonesia sukses mengalahkan Saint Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (27/03/2026) dengan skor 4-0. Dukungan sekitar 26 ribu suporter memberikan kepercayaan diri bagi Jay Idzes dan rekan-rekannya.
Timnas Indonesia mendominasi penguasaan bola dengan 61 persen, berbanding 39 persen milik Saint Kitts and Nevis. Dari 16 tembakan yang dilepaskan, 10 di antaranya mengarah ke gawang. Sementara itu, tim tamu hanya mampu melepaskan satu tembakan yang melenceng.
Gol-gol kemenangan Timnas Indonesia dicetak oleh Beckham Putra (menit ke-15 dan 25'), Ole Romeny (menit ke-53), dan Mauro Zijlstra (menit ke-75).
Kemenangan atas Saint Kitts and Nevis mengantarkan Timnas Indonesia ke final FIFA Series 2026. Di partai puncak, Tim Garuda akan menantang Bulgaria yang sebelumnya mengalahkan Kepulauan Solomon dengan skor telak 10-2.
Pertandingan final FIFA Series 2026 Indonesia dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (30/03/2026) malam WIB.
Menurut John Herdman, persiapan kedua tim akan sangat berbeda. Bulgaria menghadapi lawan yang bermain terbuka, sementara Indonesia melawan tim yang lebih kompak.
"Menurut saya, persiapan untuk kedua tim dalam menghadapi satu sama lain sangat berbeda dibandingkan malam ini. Timnas Bulgaria menghadapi lawan yang sangat terbuka yakni Kepulauan Solomon," ucap John Herdman.
"Kami menghadapi tim yang lebih kompak dan rapat dalam Saint Kitts and Nevis. Jadi persiapan ini sangat berbeda, jadi sulit untuk menerapkan apa yang perlu Anda tingkatkan melawan spesifikasi Bulgaria karena semuanya sangat berbeda," sambungnya.
Pentingnya 15 Menit Awal
John Herdman menegaskan bahwa Bulgaria adalah lawan yang tangguh. Ia meminta para pemain Timnas Indonesia untuk memberikan yang terbaik dan tampil kuat sejak 15 menit awal pertandingan.
Herdman menyoroti bahwa pada 15 menit pertama melawan Saint Kitts and Nevis, timnya sempat terlalu bersemangat dan bermain individualistis.
"Saya merasa pada 15 menit pertama laga melawan Saint Kitts and Nevis, tim ini untuk periode tertentu terlalu bersemangat. Jadi para pemain lebih sering melakukan untuk diri sendiri dalam beberapa periode," jelas Herdman.
Ia mengingatkan, kesalahan serupa tidak boleh terulang saat melawan Bulgaria. Jika tidak, tim Garuda bisa mendapatkan hukuman berat.
"Jika kami melakukan itu melawan Bulgaria, kami akan tewas pada 10 menit pertama. Mereka akan membunuh kami. Jadi kami harus berkomitmen pada cetak biru taktis melawan tim seperti Bulgaria sejak menit pertama."
"Kami tidak bisa menunggu 10 hingga 15 menit untuk menyatu dan terhubung. Jadi penting dalam 15 menit pertama, kami harus memulai lebih kuat dengan mentalitas yang lebih baik karena jika tidak, kami akan dihukum," tegasnya.