Tim Nasional Indonesia gagal meraih gelar juara FIFA Series 2026 setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria. Pertandingan final tersebut berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Senin (30/3/2026) malam WIB. Hasil ini menempatkan Skuad Garuda sebagai runner-up, sementara Bulgaria berhasil mengangkat trofi juara.
Satu-satunya gol dalam laga ini dicetak oleh Marin Petkov melalui tendangan penalti pada menit ke-38. Kekalahan di final ini mengakhiri perjalanan Timnas Indonesia di turnamen FIFA Series 2026.
Kiprah Timnas Indonesia dalam ajang FIFA Series 2026 ini ternyata menarik perhatian media asing. Salah satunya adalah media Vietnam, Soha. Dalam ulasannya, Soha menyoroti kesalahan fatal yang dilakukan Timnas Indonesia sehingga kehilangan peluang untuk memenangkan turnamen, sebagaimana dilansir dari Bola.
Meskipun menelan kekalahan, performa Timnas Indonesia secara keseluruhan cukup impresif. Berdasarkan statistik pertandingan, Skuad Garuda menunjukkan permainan yang lebih unggul dibandingkan Bulgaria. Bulgaria, yang lebih banyak tertekan, justru tampil efektif dengan mengandalkan serangan balik.
Timnas Indonesia menunjukkan kepercayaan diri tinggi sepanjang pertandingan. Penguasaan bola mencapai 71 persen, jauh melampaui Bulgaria yang hanya 29 persen. Akurasi umpan skuad yang diperkuat Ole Romeny ini juga mencatat angka fantastis, yakni 86 persen dari 572 percobaan passing, dengan 491 di antaranya berhasil.
Angka ini sangat kontras dengan Bulgaria yang hanya mencatatkan 206 umpan berhasil dari 280 percobaan. Selain itu, Timnas Indonesia menciptakan empat peluang mencetak gol, unggul dari Bulgaria yang hanya tiga kali. Upaya penetrasi ke sepertiga lapangan lawan juga sangat tinggi, yakni 61 kali berbanding 17 kali milik Bulgaria.
Dua peluang emas bahkan nyaris berbuah gol saat tendangan Ole Romeny dan Rizky Ridho membentur mistar gawang Bulgaria.
Keberanian Timnas Indonesia di Final
Sebelum mencapai final, Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Saint Kitts dan Nevis dengan skor telak 4-0. Bulgaria sendiri dianggap sebagai tim favorit, apalagi setelah mencetak kemenangan 10-2 atas Kepulauan Solomon. Reputasi Bulgaria juga diperkuat dengan catatan pernah menjadi semifinalis Piala Dunia 1994.
Namun, dalam pandangan Soha, seperti dikutip dari pemberitaannya, Timnas Indonesia dengan pemain naturalisasi berkaliber Eropa, menunjukkan performa yang tidak kalah. "Tim dari kepulauan itu bahkan sedikit lebih mengontrol bola dan terkadang memaksa lawan mereka untuk mundur ke lini pertahanan," tulis Soha.
Sayangnya, pelanggaran yang berujung penalti menjadi titik balik kekalahan Indonesia. Marin Petkov berhasil mengeksekusi penalti tersebut, mencetak gol tunggal yang memastikan kemenangan Bulgaria.