Timnas Indonesia U-17 Hadapi Tantangan Berat di Piala Asia 2026

Timnas Indonesia U-17 arahan Kurniawan Dwi Yulianto diragukan lolos Piala Dunia U-17 2026 karena hasil buruk uji coba dan grup berat Piala Asia.

Menilai peluang Tim Nasional Indonesia U-17 untuk melaju ke putaran final Piala Dunia U-17 2026 di Qatar mungkin masih terlalu dini. Namun, kekhawatiran publik mulai menyeruak menyusul serangkaian performa kurang memuaskan yang ditunjukkan oleh tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto dalam lima pertandingan uji coba terakhir, seperti dilansir dari Bola.

Timnas Indonesia U-17 menelan dua kekalahan telak saat menjamu China U-17 di Tanah Air pada bulan Februari lalu, dengan skor 0-7 dan 2-3. Performa minor berlanjut di Thailand pada akhir Maret, bertepatan dengan agenda FIFA Matchday. Mereka takluk 0-7 dari Korea Selatan U-17, menyerah 0-3 kepada India U-17, dan kalah 2-3 dari Thailand U-17. Perlu dicatat, keempat negara yang berhasil mengalahkan Garuda Muda merupakan kontestan Piala Asia U-17 yang akan diselenggarakan di Arab Saudi pada 7–22 Mei 2026.

Ajang Piala Asia U-17 tersebut menjadi gerbang utama untuk memperebutkan tiket menuju Piala Dunia U-17 Qatar yang dijadwalkan pada November mendatang. Sebagai catatan, tahun sebelumnya Timnas Indonesia U-17 di bawah asuhan Nova Arianto berhasil tampil di turnamen serupa setelah mencapai perempatfinal Piala Asia U-17 2025.

Menurut pengamat sepak bola senior asal Makassar, Toni Ho, wajar bila muncul keraguan terhadap kualitas Timnas Indonesia U-17 yang dilatih Kurniawan Dwi Yulianto setelah melihat hasil uji coba yang kurang memuaskan. "Nanti penentuannya di Piala Asia U-17 Arab Saudi," ujarnya.

Keraguan tersebut semakin memuncak mengingat beratnya lawan yang akan dihadapi Timnas Indonesia U-17 di Grup B Piala Asia U-17 2026. Tim Merah Putih akan berhadapan dengan Jepang, China, dan Qatar. "Ini tiga negara kuat di Asia. Apalagi kita pernah kalah dari China U-17 di uji coba lalu. Jadi beban moral pemain makin besar," tambah Toni Ho.

PSSI Dinilai Bertanggung Jawab Penuh

Toni Ho berpandangan bahwa apabila Timnas Indonesia U-17 gagal melaju ke Piala Dunia U-17 tahun ini, Kurniawan Dwi Yulianto tidak seharusnya menjadi satu-satunya pihak yang disalahkan. Menurutnya, kegagalan tersebut sepenuhnya merupakan tanggung jawab PSSI.

"Saya tak setuju kalau nanti Timnas Indonesia U-17 gagal semua kesalahan dibebankan kepada Kurniawan Dwi Yulianto. Saya kira PSSI yang salah dalam proses pembentukan dan persiapan Timnas U-17," jelas Toni Ho.

Masa Persiapan yang Singkat

Idealnya, PSSI seharusnya telah menyiapkan generasi pemain baru sebelum penunjukan Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih Timnas Indonesia U-17. Toni Ho mencontohkan program yang diterapkan Uzbekistan, di mana setelah menjuarai Piala Asia U-17 2025, mereka langsung mempersiapkan tim baru yang bahkan sempat mengikuti Piala Kemerdekaan di Medan. "Tahun ini, saya kira tim tersebut sangat siap berlaga di Arab Saudi, Mei nanti. Sementara kita masih dalam proses pembentukan Timnas U-17," paparnya.

Perbandingan juga diutarakan mengenai perbedaan durasi persiapan antara era pelatih Nova Arianto dan Kurniawan Dwi Yulianto. Nova Arianto memiliki waktu persiapan yang cukup panjang, sekitar lebih dari setahun. Sementara itu, Kurniawan Dwi Yulianto baru resmi ditunjuk oleh PSSI pada 1 Februari lalu. "Dengan waktu tiga bulan apa yang bisa dilakukan Kurniawan Dwi Yulianto? Ini alasan saya kenapa tak adil bila Kurniawan jadi kambing hitam jika Timnas Indonesia U-17 gagal ke Piala Dunia U-17 nanti," pungkas Toni Ho.

Kesiapan serta perkembangan Timnas Indonesia U-17 menuju Piala Asia U-17 di Arab Saudi akan terlihat jelas dalam partisipasi mereka di Piala AFF U-17 yang akan digelar di Gresik dan Sidoarjo pada 11-23 April 2026.

Recommended