Tim Nasional Putri Indonesia bersiap menghadapi Republik Demokratik Kongo dalam ajang FIFA Series Women 2026. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Dragon Solar Park, Ratchaburi, Thailand, pada Minggu, 12 April 2026, akan menjadi penentu langkah Garuda Pertiwi, apakah akan melaju ke final atau berjuang di perebutan posisi ketiga.
Pelatih Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki, menegaskan bahwa timnya telah melakukan persiapan terbaik dan berambisi untuk memenangkan turnamen ini. "Target kami adalah bermain sebaik mungkin untuk menghadapi Kongo. Kami juga ingin meraih kemenangan untuk memenangkan turnamen ini," ujar Satoru Mochizuki, dilansir dari Bola.com.
Mochizuki mengakui bahwa menghadapi Kongo akan menjadi tantangan berat bagi anak asuhnya. Meskipun peringkat kedua tim di ranking FIFA tidak terpaut jauh, Kongo dinilai sebagai tim yang kuat. Saat ini, Timnas Putri Indonesia berada di peringkat 106 FIFA dengan 1176.85 poin, sedangkan Kongo menempati posisi 107 dengan 1172.41 poin.
"Ini adalah kali pertama bagi kami bertanding menghadapi Kongo. Dari informasi yang saya dengar, Kongo adalah tim yang sangat bagus dan kuat," jelas pelatih asal Jepang itu. Ia menambahkan, "Namun, kami juga sudah melakukan persiapan yang baik menjelang kejuaraan ini. Jadi, kami akan berusaha memberikan yang terbaik di pertandingan FIFA Series 2026 ini."
Sebelum keberangkatan ke Thailand, Garuda Pertiwi menjalani pemusatan latihan selama delapan hari di Stadion Pakansari, Bogor, dari 31 Maret hingga 7 April 2026. Setibanya di Thailand pada 9 April, tim langsung melakoni sesi latihan perdana pada 10 April 2026, seperti dikutip dari Kumparan.
Dalam sesi latihan perdana tersebut, empat dari tujuh pemain diaspora yang dipanggil sudah bergabung, yaitu Claudia Scheunemann, Iris de Rouw, Emily Nahon, dan Isa Warps. Tiga pemain lain, Felicia de Zeeuw, Isabell Kopp, dan Pauline van de Pol, belum terlihat.
Mochizuki menyatakan tidak ada hambatan berarti meskipun para pemain abroad baru bergabung. "Pemain-pemain ini kan sebelumnya sudah pernah join sama kita jadi bisa blend dengan baik dan juga melakukan persiapan yang baik," tuturnya.
Salah satu kendala yang ditemui adalah cuaca Thailand yang lebih panas dibandingkan Jakarta. Pelatih sempat khawatir pemain akan kelelahan, namun adaptasi berjalan lancar. "Awal-awal sempat takut untuk tidak terbiasa sama cuaca dan juga komunikasi antar-pemain karena pemain baru kumpul lagi. Tadinya sempat khawatir tapi ternyata berjalan dengan baik, komunikasi di lapangan juga lancar," tambahnya.
Komposisi Skuad Garuda Pertiwi
Satoru Mochizuki telah memanggil 27 pemain untuk memperkuat Timnas Putri Indonesia di FIFA Series Women 2026. Pemilihan skuad ini mencerminkan strategi untuk membentuk tim kompetitif sekaligus membangun fondasi jangka panjang.
Daftar pemain mencakup sederet nama keturunan yang sebagian besar berkarier di Belanda, seperti Iris De Rouw, Pauline van De Pol, Isabel Kopp, Emily Nahon, Felicia De Zeeuw, Isabelle Nottet, dan Isa Warps. Mereka diharapkan membawa pengalaman dan perspektif baru ke dalam tim.
Selain itu, terdapat pula pemain lokal langganan Timnas Putri Indonesia seperti Safira Ika, Vivi Oktavia, Helsya Maeisyaroh, Sheva Imut, dan Claudia Scheunemann. Beberapa pemain muda juga diberi kesempatan, di antaranya Gea Yumanda dari Timnas U-19 dan Jazlyn Kayla dari Timnas U-16, menunjukkan regenerasi tim terus berjalan.
Optimisme Menuju Kemenangan
Penyerang Timnas Putri Indonesia, Claudia Scheunemann, mengungkapkan bahwa tim telah menjalani persiapan maksimal. "Sebagai para pemain, kami harus siap menghadapi pertandingan apa pun dan kami ingin membuat negara kami bangga," ujar Claudia, seperti diberitakan oleh Bolasport.
Ia meminta dukungan penuh dari suporter, terutama karena ini adalah kali pertama Timnas Putri Indonesia bertemu tim dari benua lain. Claudia menjamin tim akan tampil habis-habisan demi meraih kemenangan dan mengharumkan nama Indonesia.
Pertandingan ini juga menjadi kesempatan bagus bagi Garuda Pertiwi untuk menjajal kekuatan tim dari luar benua Asia, mengingat lawan berikutnya adalah Thailand atau Kaledonia Baru di ajang yang sama.