Meskipun cuaca di Bali kurang bersahabat dalam beberapa hari terakhir, tidak menyurutkan semangat Timnas Skateboard Indonesia untuk terus berlatih intensif. Para atlet terus memacu diri sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda internasional, termasuk World Cup Street dan Park di Roma, Italia.
Pemusatan latihan ini menjadi langkah awal penting menuju berbagai ajang dunia. Para skater Indonesia memanfaatkan sejumlah lokasi latihan yang representatif seperti Tabanan dan Amplitude Skatepark di Kerobokan. Mereka tetap fokus mengasah teknik meski kondisi cuaca tidak selalu mendukung.
Program TC ini juga merupakan persiapan menghadapi Kejuaraan Dunia Skateboard 2026 di Brasil pada 1–8 Maret. Selanjutnya, pemusatan latihan lanjutan direncanakan di Amerika Serikat setelah Idul Fitri, berlangsung selama sekitar satu bulan.
Timnas Skateboard Indonesia juga akan tampil dalam World Cup Street 2026 di Roma pada 7–14 Juni, dilanjutkan World Cup Park pada 14–21 Juni di lokasi yang sama. Ajang ini menjadi bagian dari kualifikasi menuju Olympic Games Los Angeles 2028.
Beberapa nama yang ambil bagian dalam TC kali ini antara lain Jason Dennis Lijnzat, peraih emas SEA Games 2025 Basral Graito Hutomo, peraih perak SEA Games 2025 Ni Wayan Malana Fairbrother, Yusy Firdausy, Mikhayla Shanum Caya, hingga Sanggoe Darma Tanjung.
Pelatih Timnas Skateboard Indonesia, Anthony Adam Caya, tidak menargetkan hasil khusus di kejuaraan dunia. Ia berharap beberapa atlet dapat meningkatkan posisi di peringkat dunia. "Di kejuaraan dunia nanti, yang diunggulkan ada dua di nomor street dan park. Kami berharap Basral dan Wayan bisa meningkatkan ranking dunia, setidaknya sampai 16 besar dunia," ujar Anthony Adam Caya.
Saat ini, Basral Graito Hutomo dan Ni Wayan Malana Fairbrother berada di sekitar peringkat 24 dunia. Kejuaraan dunia di Brasil menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki posisi tersebut.
Target Semifinal untuk Ni Wayan
Ni Wayan Malana Fairbrother antusias menjalani TC di Bali, karena dapat berlatih di kampung halamannya. Ia juga menargetkan semifinal pada kejuaraan dunia mendatang. "Sebenarnya target saya adalah masuk ke final saat kejuaraan dunia nanti. Tapi fokus utama saya adalah bisa ke semifinal dulu. Waktu kejuaraan dunia tahun lalu, saya hanya tembus ke perempat final saja," jelasnya.
Jason Dennis Lijnzat melihat TC ini sebagai persiapan menuju Asian Games 2026 di Nagoya. "Di sini kami harus bisa mengulik trik baru dan menganalisis lawan untuk Asian Games. Untuk kejuaraan dunia, saya sudah sangat siap karena tiga bulan terakhir terus berlatih. Pikiran saya bukan hanya soal juara, tetapi bagaimana menjadi versi terbaik diri saya," ujar Jason.