Unitree Robotics, perusahaan teknologi asal China, meluncurkan robot mecha berawak pertama di dunia yang siap diproduksi bernama GD01 dalam sebuah demonstrasi produk pada Mei 2026. Robot setinggi 2,7 meter tersebut mampu dikendalikan oleh pilot manusia dari dalam kokpit untuk melakukan berbagai gerakan mekanis dan navigasi fisik.
CEO Unitree Robotics, Wang Xingxing, memperagakan langsung kemampuan mesin ini dengan masuk ke dalam kabin dan menggerakkan lengan mekanis untuk menghancurkan dinding pembatas. Dilansir dari Detik iNET, robot seberat 500 kilogram ini dijual dengan harga mulai dari 3,9 juta yuan atau setara dengan Rp10 miliar per unit.
GD01 memiliki kemampuan unik untuk bertransformasi dari mode berjalan dua kaki menjadi mode empat kaki agar bisa bergerak lebih stabil. Selain berfungsi sebagai mesin bertenaga, Unitree mengklaim bahwa robot ini dapat dioperasikan sebagai kendaraan sipil untuk mobilitas penggunanya.
Lukas Ziegler, pengamat robotika asal Eropa, mencatat bahwa perusahaan-perusahaan China kini mendominasi hampir 90 persen penjualan robot humanoid global pada tahun 2025. Unitree sendiri telah mengirimkan lebih dari 5.500 unit robot humanoid sepanjang tahun lalu ke berbagai pasar internasional.
"Produk ini masih dalam generasi pertamanya pada tahap ini, dan memang masih ada banyak ruang untuk berimajinasi," kata Huang Jiawei, staf pemasaran di Unitree Robotics. Ia menambahkan bahwa versi produksi akhir kemungkinan akan mengalami penyesuaian harga seiring dengan optimalisasi kinerja dan efisiensi biaya produksi.
Meskipun memiliki keunggulan teknologi, Wakil Presiden Technology and Strategy Research Institute, Chen Jing, menyoroti sejumlah tantangan teknis pada GD01. Beberapa kendala yang diidentifikasi meliputi keterbatasan daya tahan baterai, tingkat kenyamanan pilot, kompleksitas perawatan, serta ketidakpastian regulasi operasional.
Unitree memproyeksikan penggunaan robot mecha ini di masa depan untuk berbagai sektor industri, mulai dari hiburan imersif di taman bermain hingga operasi penyelamatan di lingkungan ekstrem. Saat ini, pengembangan difokuskan pada peningkatan fungsi praktis agar mesin tersebut dapat membantu pekerjaan manusia di lokasi yang berisiko tinggi.