Mobilitas saat Lebaran meningkat, oleh karena itu penting untuk melakukan pengecekan pada sepeda motor. Terutama karena banyak bengkel yang tutup di awal hari raya.
Pengecekan meliputi kondisi ban, fungsi rem dan lampu, serta volume oli mesin. Hal ini untuk memastikan sepeda motor tetap aman dan nyaman digunakan selama bersilaturahmi.
Selain kondisi kendaraan, keselamatan juga harus diutamakan. Penggunaan helm SNI wajib bagi pengendara dan pembonceng, serta hindari berbonceng tiga meskipun untuk jarak dekat.
Untuk mengantisipasi potensi risiko di jalan, Wahana Honda menyarankan pengendara melakukan self-check pada sepeda motor sebelum digunakan.
1. Periksa Tekanan Angin Ban
Tekanan angin ban yang ideal penting untuk kenyamanan dan stabilitas berkendara, terutama saat berboncengan dan melintasi berbagai kondisi jalan.
2. Pastikan Fungsi Rem dan Lampu Optimal
Fungsi rem yang pakem dan lampu yang berfungsi baik (lampu depan, lampu sein) sangat krusial dalam kondisi lalu lintas yang ramai.
3. Cek Volume Oli Mesin
Volume oli mesin harus berada dalam batas aman. Pengendara dapat menggunakan dipstick untuk memeriksa level oli dan mencegah mesin overheat, terutama saat terjebak kemacetan.
Fenomena Pelanggaran Lalu Lintas Saat Lebaran
Meningkatnya pelanggaran lalu lintas kerap terjadi saat Lebaran. Alasan yang sering muncul adalah anggapan bahwa perjalanan jarak dekat tidak memerlukan perlengkapan keselamatan lengkap.
Contohnya, seperti, "Ah, cuma ke rumah saudara di komplek sebelah kok, nggak usah pakai helm lah!" atau "Ayo naik semua, bonceng tiga mumpung sepi!"
Padahal, risiko kecelakaan tetap ada, tanpa memandang jarak tempuh atau kondisi jalan yang terlihat lengang.
Prioritaskan Keselamatan
1. Wajib Kenakan Helm SNI
Penggunaan helm berstandar SNI wajib bagi pengendara dan penumpang. Helm berfungsi vital untuk melindungi kepala dari benturan saat terjadi kecelakaan.
2. Hindari Bonceng Tiga
Sepeda motor dirancang hanya untuk dua orang. Bonceng tiga dapat mengganggu keseimbangan dan meningkatkan risiko kecelakaan.