Klub Eredivisie NAC Breda menjadwalkan upaya banding di pengadilan Utrecht pada 28 April 2026 mendatang guna menyikapi sengketa status pemain naturalisasi Timnas Indonesia. Langkah hukum ini diambil setelah otoritas sepak bola Belanda (KNVB) menolak laporan klub terkait dugaan ketidakabsahan dokumen pemain lawan.
Hingga pekan ke-30 musim 2025/2026, NAC Breda masih terpuruk di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan perolehan 25 poin. Berdasarkan data yang dilansir dari Bola, tim berjuluk Parel van het Zuiden tersebut terancam turun kasta ke divisi kedua jika gagal memperbaiki posisi dalam empat laga tersisa.
Persoalan hukum ini bermula dari kekalahan telak 0-6 NAC Breda saat bertandang ke markas Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026. Dalam laga tersebut, bek kiri Indonesia Dean James bermain untuk Go Ahead Eagles, namun belakangan status izin kerja dan tempat tinggalnya dipertanyakan usai melepas kewarganegaraan Belanda.
NAC Breda melaporkan masalah tersebut kepada KNVB dengan harapan pertandingan dapat diulang. Meski jaksa sepak bola profesional mengakui adanya dasar hukum, KNVB memutuskan tidak menjatuhkan hukuman atau mengubah skor akhir pertandingan tersebut.
Otoritas sepak bola Belanda menilai para pemain yang diadukan, termasuk Dean James, Nathan Tjoe-A-On, Justin Hubner, dan Tim Geypens, tetap diperbolehkan bermain. Keputusan ini memicu ketidakpuasan manajemen NAC Breda yang tengah berjuang mengamankan posisi dari zona degradasi.
Meskipun terhimpit secara posisi, NAC Breda secara matematis masih memiliki peluang bertahan karena hanya terpaut tiga poin dari tim di zona aman seperti Volendam dan Excelsior. Skuad asuhan Carl Hoefkens diwajibkan meraih poin penuh dalam sisa jadwal melawan Ajax Amsterdam, Utrecht, Heerenveen, dan AZ Alkmaar.
"Saya pikir saya bisa membuat perbedaan dan membantu tim tetap berada di level tertinggi. Kami memiliki grup yang sangat bagus dan kami semua rukun," kata Brahim Ghalidi, winger NAC Breda. Pemain asal Maroko tersebut menegaskan optimisme timnya untuk tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Belanda meski situasi sedang sulit.