Pemilik kendaraan bermesin diesel diimbau untuk meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar melalui perawatan rutin dan penyesuaian gaya berkendara mulai Senin, 4 Mei 2026. Langkah ini diperlukan menyusul kebijakan penyesuaian harga solar non-subsidi oleh PT Pertamina (Persero) di wilayah Jabodetabek.
Pengamat otomotif Bebin Djuana menyatakan bahwa pemeliharaan mesin sesuai buku servis menjadi faktor krusial dalam menjaga kehematan BBM. Dilansir dari Medcom, kepatuhan terhadap jadwal servis berkala memastikan seluruh komponen mesin bekerja optimal tanpa membuang energi secara sia-sia.
"Tinggal membuka buku servis di posisi km berapa kendaraan ada sekarang, perhatikan poin-poin pemeliharaan mesin, hal mana yang belum dikerjakan, itulah yang menjadi pokok perhatian," kata Bebin Djuana, Pengamat Otomotif.
Aspek teknis lain yang memengaruhi efisiensi adalah tekanan angin dan spesifikasi ban. Bebin menyarankan pengguna untuk menghindari modifikasi velg atau ukuran ban yang melebihi standar pabrikan demi estetika semata.
Penggunaan ban di atas standar dapat memicu peningkatan konsumsi bahan bakar serta menurunkan kualitas pengereman. Sebaliknya, tekanan angin yang berada di bawah angka rekomendasi juga terbukti membuat mesin bekerja lebih berat dan boros energi.
Faktor gaya mengemudi turut menjadi sorotan karena perilaku agresif dan emosional di jalan sering kali menguras tangki lebih cepat. Mengingat mahalnya harga bahan bakar saat ini, pengemudi diharapkan lebih bijak dalam menginjak pedal gas untuk menjaga efisiensi setiap tetes solar.
Berdasarkan data harga terbaru, Pertamina menetapkan kenaikan harga Dexlite (CN 51) menjadi Rp26.000 per liter dari harga sebelumnya Rp23.600. Sementara itu, jenis Pertamina Dex (CN 53) kini dibanderol Rp27.900 per liter, naik signifikan dari posisi Rp23.900 per liter.