Mobil hybrid makin digemari berkat efisiensi bahan bakar dan teknologi ramah lingkungan yang ditawarkan. Meskipun demikian, pemilik mobil hybrid wajib memahami bahwa perawatan kendaraan ini tak sepenuhnya berbeda dengan mobil konvensional karena masih mengandalkan mesin bensin atau Internal Combustion Engine (ICE).
Pada mobil hybrid, mesin bensin memiliki fungsi ganda: membantu pengisian daya baterai dan memberikan tenaga ekstra saat dibutuhkan, misalnya saat melaju di tanjakan, mendahului kendaraan lain, atau saat cruising di jalan tol. Hal ini berarti mobil hybrid tetap memerlukan perhatian khusus, terutama jika jarang digunakan dalam waktu lama.
Kondisi tertentu, seperti saat libur panjang, membuat kendaraan sering tidak digunakan. Hal ini berpotensi memengaruhi kondisi aki dan sistem kelistrikan.
Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, menjelaskan, “Pada periode libur atau mudik Lebaran, sebagian pelanggan mungkin tidak menggunakan mobil hybrid untuk aktivitas harian. Jika ditinggalkan dalam waktu tertentu, sebaiknya mobil tetap dinyalakan secara berkala dengan mengaktifkan mode READY agar sistem hybrid bekerja dan kondisi aki serta sistem kelistrikan tetap terjaga. Selain itu, pelanggan juga dianjurkan untuk memeriksa lampu indikator pada panel instrumen untuk memastikan tidak ada peringatan pada sistem kendaraan.”
Walaupun mesin modern tidak lagi membutuhkan pemanasan lama, mobil yang jarang dipakai tetap membutuhkan perhatian khusus agar komponennya tetap optimal.
Cara Memanaskan Mesin Mobil Hybrid dengan Benar
1. Memanaskan Mesin Secukupnya
Mobil modern cukup dipanaskan selama 1–2 menit sebelum digunakan. Jika mobil sudah lama tidak dipakai, nyalakan mesin selama 10–15 menit setiap 3 hari. Tujuannya adalah untuk mengisi daya aki kecil (auxiliary battery) serta menjaga sirkulasi oli dan cairan lainnya tetap optimal. Lebih baik lagi jika mobil sempat dijalankan sebentar.
2. Tidak Perlu Menginjak Pedal Gas
Menginjak pedal gas saat mesin baru menyala dapat menyebabkan oli belum bersirkulasi dengan sempurna. Akibatnya, gesekan antar komponen meningkat dan berpotensi mempercepat keausan. Selain itu, konsumsi bahan bakar juga bisa menjadi lebih boros dan emisi meningkat.
3. Pastikan Ventilasi Memadai
Menyalakan mesin di ruang tertutup sangat berisiko karena gas buang, khususnya karbon monoksida (CO), tidak berbau dan sangat berbahaya. Pastikan area memiliki ventilasi yang baik untuk menghindari risiko keracunan.
4. Cek Indikator di Panel Instrumen
Panel instrumen memberikan informasi penting terkait kondisi kendaraan. Jika muncul indikator peringatan, terutama yang berkaitan dengan oli atau sistem rem, segera lakukan pemeriksaan di bengkel resmi.