Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP secara resmi dimulai pada Senin, 6 April 2026, dan akan berlangsung hingga 16 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari asesmen nasional yang bertujuan mengukur kapabilitas akademik siswa secara objektif dan terstandar, bukan sebagai penentu kelulusan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, meninjau langsung pelaksanaan TKA hari pertama di SMP Negeri 2 Curug, Kabupaten Tangerang, Banten. Ia memastikan kesiapan fasilitas kelas dan penataan teknis sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam tinjauannya, Mu'ti mengingatkan pentingnya integritas selama TKA berlangsung. "Kerjakan dengan jujur dan gembira, karena ini adalah bagian dari proses, bukan akhir," ujar Abdul Mu'ti, seperti dikutip dari Medcom, Senin, 6 April 2026.
TKA bukan penentu kelulusan siswa, melainkan instrumen untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi, yang dilengkapi dengan survei karakter dan lingkungan belajar. Hasil TKA akan melengkapi penilaian prestasi siswa yang selama ini mencakup nilai rapor dan capaian nonakademik.
Menurut Abdul Mu'ti, data TKA akan menjadi referensi dalam sistem penerimaan siswa baru melalui jalur domisili, prestasi, maupun afirmasi. Selain itu, hasil TKA memiliki beberapa manfaat penting, antara lain:
- Jalur prestasi masuk SMP (untuk jenjang SD).
- Jalur prestasi masuk SMA/SMK (untuk jenjang SMP).
- Pertimbangan seleksi perguruan tinggi melalui jalur SNBP dan jalur mandiri (untuk jenjang SMA/SMK).
TKA dirancang sebagai sistem "five in one" yang mampu menghasilkan lima jenis data pendidikan sekaligus: kemampuan akademik, literasi, numerasi, karakter, dan kondisi lingkungan belajar.
Jadwal Pelaksanaan TKA SMP 2026
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) telah menetapkan rangkaian jadwal lengkap TKA SMP 2026. Tahap pendaftaran telah berlangsung dari 19 Januari hingga 28 Februari 2026.
Simulasi TKA dilaksanakan pada 23 Februari hingga 1 Maret 2026, diikuti oleh gladi bersih pada 9 hingga 17 Maret 2026. Pelaksanaan utama TKA SMP dijadwalkan dari 6 hingga 16 April 2026.
Untuk peserta yang tidak dapat mengikuti jadwal utama, TKA susulan akan diadakan pada 11 hingga 17 Mei 2026. Pengolahan hasil direncanakan pada 18 hingga 23 Mei 2026, dengan pengumuman hasil pada 24 Mei 2026.
Pelaksanaan TKA SMP per hari dibagi menjadi dua sesi ujian, dengan latihan 10 menit. Sesi pertama mencakup Matematika dan Numerasi (30 soal, 75 menit) serta Survei Karakter (20 menit).
Sesi kedua berfokus pada Bahasa Indonesia (literasi, 30 soal, 75 menit) dan Survei Lingkungan Belajar (20 menit). TKA SMP dibagi menjadi 4 sesi setiap hari.
Antisipasi di Daerah 3T dan Bencana
Kemendikdasmen telah mengantisipasi pelaksanaan TKA di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan skema fleksibel. Soal tidak sepenuhnya berbasis daring, sehingga sekolah dengan keterbatasan perangkat tetap bisa melaksanakan asesmen.
Mu'ti juga memastikan mekanisme ujian susulan berbasis komputer disiapkan bagi satuan pendidikan yang terdampak bencana, seperti kebakaran atau banjir. Hal ini bertujuan agar seluruh peserta tetap mendapatkan haknya mengikuti TKA.
Partisipasi dan Persiapan Siswa
Secara nasional, tingkat partisipasi TKA pada hari pertama mencapai sekitar 98 persen dari target peserta. Sekitar 2 persen siswa belum mengikuti tes karena berbagai alasan, termasuk kesiapan psikologis dan pertimbangan orang tua.
Di SMP Negeri 2 Curug, tingkat partisipasi mencapai 100 persen. Kepala sekolah, Purwaningsih, menjelaskan bahwa pelaksanaan hari pertama berjalan lancar tanpa kendala teknis.
Salah satu siswi SMPN 2 Curug, Heiba Anindya, mengaku sempat merasa takut dan gugup menghadapi TKA karena ini merupakan pengalaman baru. Namun, ia juga penasaran dengan tingkat kesulitan soal-soalnya.
Heiba telah mempersiapkan diri secara bertahap sejak Desember dan meningkatkan intensitas belajar menjelang pelaksanaan TKA. Dukungan orang tua turut menjadi faktor penting dalam persiapannya.